Ijazah Tertahan, SMAN 2 Yogyakarta Diduga Paksa Dana PIP Siswa Miskin untuk Sumbangan?
Ilustrasi siswa SMA.Foto:artificialintelligence
"Selama ini kami tidak pernah menahan ijazah ya. Kami berikan kemarin hari Jumat. Tapi ada beberapa anak yang belum mengambil ijazah," tegasnya.
Menurutnya, belum diberikannya ijazah Sebenarnya itu bukan terkait dengan tunggakan sumbangan sukarela.
Suprihatin berdalih langkah mengarahkan anak ke bendahara murni sebagai prosedur pencocokan data internal untuk memastikan akurasi catatan pembayaran. Ia juga menyangkal adanya penetapan tarif sumbangan khusus bagi siswa pindahan secara sepihak, karena besaran nominal murni ditulis sendiri oleh para orang tua sesuai kemampuan finansial masing-masing.
Disdikpora DIY Siap Turunkan Tim Investigasi
Polemik ini memantik respons tegas dari jajaran birokrasi Pemerintah Daerah DIY. Inspektur DIY yang saat ini mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Muhammad Setiadi, menyatakan siap menindaklanjuti kasus ini ke ranah pemeriksaan menyeluruh.
Baca Juga
Setiadi menjelaskan, instansinya memerlukan suplai data dan bukti otentik yang lengkap dari pihak pelapor untuk memulai investigasi lapangan. Ia mengonfirmasi bahwa pascamencuatnya laporan ini, dokumen ijazah milik anak L dikabarkan sudah diserahkan oleh pihak sekolah, namun penelusuran terhadap nasib siswa lain tetap berjalan.