Derby DIY Pertama di Super League, PSIM Ingin Duel Lawan PSS Tetap Dihadiri Penonton
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno memberikan pernyataan terkait Derby DIY melawan PSS Sleman.Foto:IST
jogja.fin.co.id - Derby DIY antara PSIM Jogja dan PSS Sleman dipastikan menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan pada Super League musim depan. Pertemuan dua klub asal Daerah Istimewa Yogyakarta itu diprediksi menyedot perhatian besar, terlebih karena untuk pertama kalinya tersaji di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Di tengah antusiasme tersebut, Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana Tasno, berharap laga sarat gengsi itu tetap dapat digelar dengan kehadiran penonton di stadion.
Menurut perempuan yang akrab disapa Liana itu, kehadiran suporter memiliki arti penting, bukan hanya untuk membangun atmosfer pertandingan, tetapi juga bagi pemasukan klub.
"Karena bagaimanapun juga tiket itu adalah sumber revenue dari klub,” ujar Liana Minggu 7 Juni 2026.
Baca Juga
Derby DIY Penuh Antusiasme
Liana menilai Derby DIY bakal berlangsung meriah karena basis suporter PSIM maupun PSS dikenal memiliki loyalitas tinggi terhadap klub masing-masing.
Pertemuan kedua tim di Super League musim depan juga memiliki nilai historis tersendiri. Untuk pertama kalinya, PSIM dan PSS akan saling berhadapan di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Meski berharap pertandingan tetap terbuka untuk penonton, Liana menegaskan pihak manajemen akan mengikuti seluruh keputusan dari aparat keamanan dan pemegang kewenangan perizinan.
Ia mengatakan PSIM tetap menghormati hasil evaluasi keamanan yang nantinya diputuskan pihak terkait.
“Kami tetap mengikuti arahan dari pemegang kepentingan perizinan. Walaupun saya pribadi tentu berharap pertandingan bisa berjalan dengan penonton,” tuturnya.
Baca Juga
- Steven Sunny Buka Suara Soal Nasib Deri Corfe di PSIM dan Isu Merapat ke Mahesa Jenar
- PSS Sleman Promosi ke Super League, Minat Talenta Muda Masuk Akademi Melonjak Sharp
Di sisi lain, manajemen PSIM juga mengingatkan pentingnya peran suporter dalam menjaga nama baik klub saat Derby DIY berlangsung.
Liana berharap pendukung kedua tim dapat menunjukkan kedewasaan agar pertandingan berjalan aman dan kondusif.
Menurutnya, tindakan segelintir oknum dapat memberi dampak buruk terhadap reputasi klub yang selama ini telah dibangun.
Ia mengingatkan bahwa klub besar tidak hanya bergantung pada kekuatan manajemen ataupun dukungan pemerintah daerah, melainkan juga pada peran akar rumput, yakni suporter yang terus memberi dukungan.
“Semua masing-masing dewasa lah. Klub besar itu tidak hanya bergantung pada manajemen atau pemerintah setempat, tapi juga dukungan dari akar rumput yang mencintai klub kebanggaannya,” kata Liana.