News . 12/06/2026, 18:10 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Pemerintah Kota Yogyakarta mulai menguji penggunaan perahu mesin tempel di Sungai Winongo sebagai bagian dari pengawasan kebersihan sungai. Uji coba itu dilakukan untuk memperkuat patroli terhadap warga yang masih nekat membuang sampah maupun limbah berbahaya langsung ke aliran sungai.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan keberadaan perahu motor nantinya difokuskan untuk memantau kondisi sungai dari hulu hingga hilir, terutama titik-titik yang rawan menjadi lokasi pembuangan sampah.
“Untuk mengontrol supaya orang-orang yang membuang sampah mungkin juga limbah berbahaya ke sungai bisa kita patroli dengan perahu,” kata Hasto usai uji coba perahu mesin tempel di Sungai Winongo, Yogyakarta, Jumat 12 Juni 2026.
Menurut Hasto, patroli melalui jalur sungai dianggap lebih efektif karena petugas dapat menjangkau area yang sulit dipantau dari darat. Pemkot juga ingin memastikan kondisi kebersihan sungai perkotaan tetap terjaga, terutama di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap persoalan sampah.
Pada tahap awal, perahu mesin tempel akan digunakan untuk patroli kebersihan sekaligus pengawasan terhadap potensi pencemaran lingkungan.
Hasto menyebut pengawasan tidak hanya menyasar sampah rumah tangga, tetapi juga kemungkinan adanya limbah berbahaya yang dibuang sembarangan ke aliran sungai.
Ia mengatakan program tersebut masih berada dalam tahap uji coba untuk melihat efektivitas penggunaan perahu di karakter Sungai Winongo yang memiliki kondisi tertentu.
Apabila sistem patroli berjalan baik, Pemkot Yogyakarta berencana menggandeng mahasiswa untuk ikut terlibat dalam pengawasan sungai.
“Mahasiswa mau saya ajak, kita gerakan mahasiswa KKN dengan tematik sungai dan mahasiswa pencinta alam ramai-ramai turun ke sungai tapi ada perahunya,” ujar Hasto.
Selain pengawasan kebersihan, Pemkot juga membuka kemungkinan memanfaatkan sungai sebagai ruang edukasi lingkungan.
Hasto menilai kawasan sungai di Kota Yogyakarta berpotensi dikenalkan lebih dekat kepada masyarakat maupun wisatawan melalui aktivitas yang tetap berorientasi pada kebersihan.
Menurut dia, konsep wisata berbasis sungai dapat dipertimbangkan apabila kondisi lingkungan sudah lebih terjaga.
Bahkan, lanjut Hasto, wisatawan nantinya dapat diajak menikmati pemandangan sungai sambil terlibat dalam kegiatan menjaga kebersihan lingkungan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media