Rupiah Melemah, Bantul Malah Kebanjiran Turis Asing
Wisatawan menikmati destinasi alam di kawasan Mangunan Bantul yang menjadi favorit turis asing.Foto:IST
jogja.fin.co.id - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ternyata tidak selalu dipandang negatif. Di sektor pariwisata, kondisi tersebut justru dinilai membuka peluang baru untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) ke Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketika rupiah melemah, wisatawan asing yang membawa dolar memiliki daya beli lebih besar saat membelanjakan uangnya di Indonesia. Biaya penginapan, transportasi, kuliner hingga aktivitas wisata menjadi relatif lebih murah dibanding sebelumnya.
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Bantul Saryadi mengatakan, meski dampak langsung pelemahan rupiah terhadap lonjakan kunjungan wisman belum terlihat signifikan, peluang pasar tetap terbuka lebar.
“Dampak pelemahan rupiah terhadap kunjungan wisman di Bantul memang belum terlihat secara signifikan karena situasi ini juga baru berlangsung beberapa waktu,” kata Saryadi di Yogyakarta, Minggu 14 Juni 2026.
Baca Juga
Namun demikian, menurut dia, dari sisi teori ekonomi pariwisata, kondisi tersebut justru bisa menguntungkan destinasi wisata Indonesia, termasuk Bantul.
Turis asing pemegang dolar akan memperoleh nilai tukar yang lebih tinggi ketika menukar mata uang mereka di Indonesia. Efeknya, biaya operasional liburan menjadi lebih efisien.
“Biaya berwisata ke Indonesia menjadi lebih murah dan efisien bagi wisatawan asing, sehingga peluang untuk menarik kunjungan tentu terbuka,” ujar Saryadi.
Peluang Wisman, Wisata Domestik Juga Bisa Terdorong
Tak hanya berdampak pada wisatawan asing, pelemahan rupiah juga dinilai dapat memengaruhi pola perjalanan wisatawan domestik.
Saryadi menilai masyarakat Indonesia berpotensi lebih memilih liburan di dalam negeri dibanding bepergian ke luar negeri yang kini membutuhkan biaya lebih mahal akibat kurs dolar yang menguat.
Baca Juga
- Menyelami Makna Tradisi Wiwitan di Sleman, Simbol Syukur dan Ketahanan Pangan Petani
- Suasana Syahdu LP Wirogunan: Saat Gema Talbiyah dan Isak Tangis Ratusan Napi Berpakaian Ihram Pecah
“Kalau dari teori ekonomi, pelemahan rupiah bisa mendorong masyarakat lebih banyak membelanjakan uangnya di dalam negeri. Liburan ke luar negeri tentu jadi lebih mahal,” katanya.
Meski demikian, Dinpar Bantul mengakui kontribusi wisatawan asing terhadap total kunjungan wisata di daerah tersebut masih relatif kecil.
Dalam setahun, jumlah kunjungan wisman ke berbagai destinasi wisata di Bantul diperkirakan baru mencapai sekitar seribuan orang. Mayoritas pengunjung masih didominasi wisatawan domestik.
Fokus Garap Turis Quality Tourism
Untuk memperbesar pasar wisman, Dinpar Bantul terus memperkuat promosi melalui kanal digital dan jejaring industri pariwisata.