Rupiah Melemah, Bantul Malah Kebanjiran Turis Asing
Wisatawan menikmati destinasi alam di kawasan Mangunan Bantul yang menjadi favorit turis asing.Foto:IST
Promosi melalui media sosial dinilai efektif menjangkau pasar internasional dengan biaya lebih terjangkau. Konten wisata Bantul juga dikaitkan dengan akun-akun pariwisata besar agar jangkauannya lebih luas.
“Kami menghubungkan konten promosi dengan akun wisata yang memiliki banyak pengikut, seperti Visiting Jogja dan akun pariwisata lainnya,” tutur Saryadi.
Selain promosi digital, Dinpar Bantul juga menggandeng Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) untuk memperluas penetrasi pasar luar negeri.
Menurut Saryadi, karakter wisatawan asing yang datang ke Bantul, terutama dari kawasan Eropa, Amerika, hingga Australia, cenderung mencari konsep quality tourism.
Baca Juga
Kelompok wisatawan tersebut umumnya lebih menyukai suasana tenang, dekat alam, dan jauh dari keramaian.
“Trennya, wisatawan asing di Bantul lebih memilih destinasi alam yang tidak terlalu ramai agar mereka bisa menikmati kenyamanan,” kata dia.
Beberapa kawasan yang cukup diminati wisman antara lain Mangunan, Imogiri, serta desa-desa wisata di Pajangan dan Kebon Agung. Di lokasi tersebut, wisatawan asing tidak hanya menikmati panorama, tetapi juga merasakan kehidupan masyarakat lokal secara langsung.
“Mereka menikmati keseharian dengan hidup bersama masyarakat sekitar,” ujar Saryadi.