Melihat Rumah Yatim At-Taqwa Payak: Kamar Asrama Masih Kosong, Menanti Uluran Tangan Kita
Prof. Drh. H. Agung Budiyanto, MP., Ph.D, penceramah dalam peresmian Rumah Yatim At-Taqwa Payak.Foto:dok.jogja.fin.co.id
jogja.fin.co.id - Sebuah bangunan di kawasan Payak kini punya nama baru: Rumah Yatim At-Taqwa. Niatnya mulia. Pengurus ingin menjadikan tempat ini sebagai laboratorium akhlak, ruang belajar, sekaligus tempat berteduh yang nyaman bagi anak-anak yatim dan dhuafa.
Namun, sebuah rumah baru tentu tidak langsung menjelma menjadi tempat tinggal ideal dalam semalam. Saat ini, kegiatan pelayanan dan pembinaan baru saja akan mengayunkan langkah pertama. Kamar-kamar asrama masih lengang. Lantai tempat anak-anak akan belajar juga masih memerlukan banyak kelengkapan.
Ketua Pengurus Rumah Yatim At-Taqwa Payak, H. Endra Muhadi, S.Sos., M.A., mengatakan, program pembinaan ini memang masih berada dalam tahap awal pengembangan.
"Pengurus sedang berikhtiar mengumpulkan satu demi satu fasilitas dasar," ujarnya.
Baca Juga
Tujuannya sederhana, mereka ingin anak-anak binaan bisa tinggal dengan layak, aman, dan sehat sejak hari pertama mereka masuk asrama.
Membina anak yatim jelas bukan hanya memberikan mereka makan dan tempat berteduh dari hujan. Ada tanggung jawab besar untuk membentuk mental, spiritual, hingga keterampilan hidup mereka agar kelak siap berdiri di kaki sendiri saat dewasa.
Jika mengintip daftar kebutuhan operasional awal asrama ini, tergambar jelas apa saja yang sedang diperjuangkan pihak pengurus. Ruang tidur asrama, misalnya, membutuhkan setidaknya 10 unit kasur ukuran 120x200 lengkap dengan 20 buah bantal dan guling. Tanpa benda-benda dasar tersebut, asrama ini belum bisa mengasuh anak-anak secara optimal.
Kebutuhan lain juga terlihat di ruang komunal. Pengurus memerlukan dispenser air untuk kebutuhan minum harian, jemuran pakaian yang kokoh, lemari arsip besi, hingga kipas angin berdiri agar ruangan tidak pengap saat siang hari. Bahkan, urusan kebersihan sekecil bak sampah pun masuk dalam daftar prioritas yang harus dipenuhi.
Namun kebutuhan domestik rumah tangga ini tidaklah cukup, fasilitas pendidikan juga menjadi perhatian utama. Untuk mendukung operasional harian dan pendampingan tugas sekolah anak-anak, asrama ini membutuhkan perangkat elektronik dasar seperti dua unit laptop mid-range dan sebuah printer. Perangkat tersebut nantinya akan menjadi modal utama anak-anak untuk mengenal dunia digital dan menyelesaikan tugas-tugas belajar mereka.
Semua pengadaan ini dirancang secara mandiri oleh pengurus melalui platform belanja agar harganya tetap efisien dan akuntabel. Total anggaran awal yang dibutuhkan memang tidak sedikit, namun pengurus percaya bahwa kepedulian publik mengalir secara bergotong-royong.
Baca Juga
- Khidmatnya Malam Tahun Baru Islam di Kuden Bantul, Simak Makna Angka 2,7,1 di Mangkok Bubur Suran
- Kental Nuansa Mistis, Ini Sederet Pantangan Malam 1 Suro Masih Dipercaya dan Ditakuti
Pengurus juga sudah merancang jadwal operasional harian yang ketat namun penuh kasih sayang bagi anak asuh. Sejak matahari terbit, anak-anak akan memulai hari dengan menjaga kebersihan lingkungan asrama, merapikan diri, serta melakukan pembiasaan kedisiplinan lewat doa pagi bersama sebelum berangkat ke sekolah formal.
Siang hari, selepas sekolah, asrama menjadi tempat beristirahat dan makan bersama. Pola komunikasi komunal sengaja dibangun di meja makan guna merekatkan hubungan emosional antar-anak asuh. Sore hari menjadi waktu khusus untuk pendalaman agama. Anak-anak akan diajak mengaji, murojaah Al-Qur'an, serta mendapatkan pendampingan khusus dari pengasuh saat menyelesaikan tugas-tugas sekolah.
Hari akan ditutup pada malam hari dengan evaluasi harian bersama. Pengurus menggunakan momen sebelum tidur ini sebagai ruang konseling ringan, mendengar keluh kesah anak-anak, sebelum mereka beristirahat secara tertib pada pukul sembilan malam.
Skenario pembinaan yang rapi ini hanya bisa berjalan jika fasilitas penunjangnya siap. Oleh karena itu, pihak pengurus mengetuk hati para dermawan, komunitas sosial, hingga pelaku usaha untuk ikut ambil bagian dalam proyek akhirat ini.
Bagi Anda yang tergerak untuk ikut urunan mengalirkan amal jariyah—baik dalam bentuk dana, perlengkapan tidur, alat tulis, maupun fasilitas elektronik—bisa menyalurkannya langsung melalui rekening resmi pengelola: