Mengenal Agus Projosasmito: Bos PSS Sleman yang Jujur Mengaku Buta Sepak Bola
Potret Agus Projosasmito, pengusaha tambang terkemuka Indonesia yang kini menjadi pemilik saham mayoritas PSS Sleman.Foto:IST
jogja.fin.co.id - Dunia sepak bola modern tidak selalu menuntut pemilik klub paham taktik offside atau skema formasi di lapangan. Komitmen finansial dan manajemen profesional jauh lebih berharga. Realitas ini tecermin nyata pada sosok pemilik saham mayoritas PSS Sleman, Agus Projosasmito.
Nama Agus Projo kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan Sleman Fans. Pemicunya adalah pernyataan Bupati Sleman Harda Kiswaya seusai menemui sang taipan di Jakarta. Harda secara blak-blakan meminta publik tidak meragukan kapasitas finansial Agus dalam membangun training ground seluas 12 hektare di Kapanewon Ngemplak.
Namun, di balik garansi dana tak terbatas, terselip satu pengakuan jujur. Agus Projosasmito mengaku sebenarnya tidak memiliki latar belakang atau pemahaman mendalam tentang industri si kulit bundar.
"Beliau kersa mengelola PSS hanya karena cinta sepak bola dan sejarah panjang klub ini, meskipun beliau jujur mengaku buta sepak bola," ungkap Harda Kiswaya menirukan ucapan sang pengusaha.
Baca Juga
Rekam Jejak sang Raja Tambang Nasional
Siapa sebenarnya Agus Projosasmito? Di panggung bisnis nasional, ia bukan orang sembarangan. Namanya tercatat sebagai salah satu bankir investasi senior dan taipan papan atas di sektor pertambangan serta keuangan Indonesia.
Agus Projo merupakan salah satu sosok kunci di balik raksasa tambang PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), yang mengelola tambang emas dan tembaga terbesar kedua di Indonesia. Ia juga menduduki posisi strategis di PT Bumi Resources Tbk (BUMI), berkolaborasi langsung dengan konglomerat Grup Salim dan Grup Bakrie.
Langkah Agus menguasai saham mayoritas PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) terjadi secara bertahap lewat akuisisi takhta kepemilikan lama. Bagi pengusaha selevel dia, mengurus klub daerah seperti Super Elang Jawa bukan tempat mencari keuntungan materiil. Ini urusan legacy, tanggung jawab sosial, sekaligus merawat fanatisme sejarah Sleman Fans.
Logika Bisnis di Balik Pembangunan Infrastruktur Klub
Keputusan Agus Projo mendanai fasilitas pusat latihan di Kalurahan Bimomartani membuktikan visi jangka panjangnya. Di mata pebisnis kakap, infrastruktur adalah aset terpenting untuk membangun fondasi klub yang mandiri.
Baca Juga
- Link Live Streaming Austria vs Yordania Piala Dunia 2026: Ujian Perdana sang Debutan
- Resmi Tinggalkan PSIM Jogja, Donny Warmerdam Kembali ke Klub Liga Belanda
Pusat diklat sepak bola yang akan dibangun nantinya dirancang terintegrasi. Selain menjadi markas utama latihan tim senior, kompleks olahraga tersebut sengaja dibuka untuk masyarakat Sleman. Manajemen ingin kehadiran investasi ini berdampak langsung bagi pembinaan atlet lokal sejak usia dini.
"Jika urusan legalitas tanah di tingkat kementerian klir, konstruksi fisik bisa langsung berjalan. Sisi pendanaan sepenuhnya aman di tangan beliau," tegas Harda memastikan kesiapan total dari pihak manajemen klub.
Kombinasi antara birokrasi daerah yang suportif dan kekuatan finansial tanpa batas dari Agus Projo menjadi angin segar. PSS Sleman kini berada di jalur yang tepat untuk bertransformasi menjadi klub profesional seutuhnya di Indonesia.