Kamis, 18 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Belajar dari Insiden Intel di UMY: Pentingnya Etik ‘Kulonuwun’ Aparat Saat Masuk Kawasan Kampus

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
18/06/2026, 13:41 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Belajar dari Insiden Intel di UMY: Pentingnya Etik ‘Kulonuwun’ Aparat Saat Masuk Kawasan Kampus

Intel Polda DIY ditangkap dan diinterogasi mahasiswa UMY.Foto:tangkapanlayar

jogja.fin.co.id - Otonomi kampus dan tugas pengamanan aparat kepolisian sering kali bersinggungan di lapangan hingga memicu ketegangan.

Kasus penangkapan seorang anggota Intel Polda DIY oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi contoh nyata pentingnya komunikasi dua arah.

Pihak universitas menilai, kesalahpahaman sekecil apa pun di area akademik bisa dicegah jika kedua belah pihak mengedepankan tradisi berizin atau koordinasi di awal.

Kawasan pendidikan tinggi memiliki karakteristik tersendiri yang sangat sensitif terhadap kehadiran pihak luar non-akademik, terlebih pascaaksi demonstrasi besar.

Advertisement

Oleh karena itu, prosedur baku berupa pemberitahuan resmi menjadi syarat mutlak yang tidak boleh diabaikan oleh institusi keamanan.

Hal tersebut bertujuan menjaga kepercayaan publik sekaligus melindungi keselamatan seluruh penghuni kampus.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., menggarisbawahi esensi koordinasi tersebut.

Dia memandang institusi kepolisian dan pihak universitas sebenarnya berada dalam posisi kemitraan yang setara untuk menjaga ketertiban masyarakat luas.

Namun, mekanisme kerja di lapangan tetap harus menghormati wilayah batasan masing-masing lembaga secara profesional.

“Kami mengapresiasi kedewasaan mahasiswa dalam menyikapi situasi ini. Semua pihak akhirnya memilih jalan dialog, sehingga persoalan dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan konflik yang lebih besar,” kata Zuly saat memberikan evaluasi atas selesainya ketegangan di lingkungan rektorat, Kamis 18 Juni 2026.

Baca Juga

Menghormati Aturan Main Akademik

Sensitivitas mahasiswa di lokasi kejadian dipicu oleh ketatnya aturan internal yang sedang diterapkan oleh organisasi kampus.

Manajemen UMY sendiri sebelumnya memberlakukan pengawasan ketat terhadap seribu massa aksi Aliansi UMY Bergerak yang pulang dari Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Rabu 17 Juni 2026 sore.

Advertisement

Penjagaan ketat sengaja dipasang agar tidak ada oknum penyusup luar yang memanfaatkan situasi untuk berbuat onar.

Ketika sistem penyaringan mahasiswa sedang berjalan ketat, muncul seorang pria asing berpakaian preman tanpa pemberitahuan resmi kepada pos penjagaan luar.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja