Sultan HB X Beri Lampu Hijau Rencana Bakamla Bangun Stasiun Pemantauan Maritim di DIY
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menerima kunjungan Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Irvansyah di Kompleks Kepatihan.Foto:IG
jogja.fin.co.id - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI segera membangun 35 stasiun pemantauan maritim di pesisir selatan. Rencana itu mendapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyatakan sama sekali tidak keberatan terhadap rencana pembangunan stasiun pemantauan maritim di wilayahnya.
"Kalau saya tidak keberatan," tuturnya usai bertemu dengan Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, Kamis 18 Juni 2026.
Pembanguna stasiun pengwasan merupakan bagian dari pertahanan keamanan negara, sehingga penjadi penting.
Baca Juga
"Karena bagi saya itu juga penting untuk berada di selatan itu, pertahanan keamanan negara," ujar Sultan.
Sultan menegaskan pihak Pemda DIY siap memfasilitasi kebutuhan proyek strategis tersebut. Hanya saja, rincian teknis mengenai koordinat lokasi maupun urusan penyediaan lahan akan dibahas lebih lanjut setelah ada pengajuan resmi.
"Nanti kira-kira kebutuhannya dari Angkatan Laut apa? Kita belum bicara sampai di sana. Mungkin lokasi, atau masalah tanah, mungkin hal-hal lain yang terkait," pungkas Sultan.
Semnentara itu, Laksamana Madya Irvansyah mengatakan, kedatangannya menemui Sultan untuk mematangkan program National Maritime Security System.
Irvansyah menyebut kawasan pesisir DIY memegang peranan sangat penting dalam peta pengawasan jalur laut selatan.
"Kita merasa penting dan strategis sekali posisi ini untuk mengawasi perairan maritim di Laut Selatan," kata Irvansyah.
Baca Juga
- Sensus Ekonomi 2026: BPS Kerahkan AI Lacak Data Usaha Bodong dan Tidak Wajar
- Cegah Kebocoran Anggaran, Sultan HB X Terapkan Standar Pengawasan Ganda di Pemda DIY
Menurut Irvansyah, langkah antisipasi perlu diambil sejak dini mengingat dinamika keamanan di Laut Selatan Jawa diprediksi bakal terus berkembang.
Melalui stasiun baru ini, Bakamla ingin meletakkan fondasi keamanan jangka panjang yang terintegrasi dengan pemerintah daerah.
"Makanya kita pasang, mulailah kita meletakkan dasar-dasar fondasi untuk pembangunan ke depan dan nanti bekerja sama dengan pemerintah setempat," ujarnya.
Dalam operasionalnya nanti, Bakamla akan bersinergi dengan instansi korps samping yang sudah ada di lapangan. Mulai dari personel TNI Angkatan Laut, Polisi Perairan, hingga pelibatan aktif masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.
"Mudah-mudahan ini bisa terwujud," harap Irvansyah.