Sultan HB X Beri Lampu Hijau Rencana Bakamla Bangun Stasiun Pemantauan Maritim di DIY
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menerima kunjungan Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Irvansyah di Kompleks Kepatihan.Foto:IG
Proyek di DIY merupakan bagian dari target besar Bakamla dalam membangun 35 stasiun pemantauan maritim baru di seluruh Indonesia.
"Sebagian besar berada di pulau-pulau terluar dan sepanjang ALKI 1, 2, dan 3," jelas Irvansyah.
Fasilitas pemantau di DIY nantinya akan disuntik teknologi penginderaan modern, seperti radar Over-the-Horizon dan kamera pemantau jarak jauh. Seluruh pasokan data dari stasiun ini akan langsung terhubung secara real-time ke pusat komando dan pengendalian (Puskodal) Bakamla.
Irvansyah menargetkan interkoneksi empat jaringan Puskodal regional bisa rampung pada akhir tahun ini.
Baca Juga
"Pusatnya di Jakarta, kemudian regional barat di Batam, tengah di Manado, dan timur di Ambon. Semuanya akan terintegrasi sehingga informasi bisa dibagikan secara cepat dan real time," tuturnya.
Mengenai jenis kerawanan, Irvansyah meluruskan bahwa stasiun ini difokuskan untuk memantau ancaman non-militer yang menjadi wewenang hukum Bakamla.
"Kalau kami lebih ke ancaman keamanan seperti penyelundupan, perdagangan manusia, narkoba, dan pelanggaran di sektor perikanan," ucap Irvansyah. Sementara untuk urusan pertahanan menghadapi kekuatan militer asing tetap menjadi ranah penuh TNI Angkatan Laut.