Kamis, 18 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Tak Ingin Kecolongan Penyusup, UMY Beberkan Alasan Tangkap Intel Polda DIY di Area Kampus

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
18/06/2026, 13:17 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Tak Ingin Kecolongan Penyusup, UMY Beberkan Alasan Tangkap Intel Polda DIY di Area Kampus

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY Prof Dr Zuly Qodir memberikan keterangan resmi terkait insiden intel polisi masuk kampus.Foto:Dok.UMY

jogja.fin.co,id - Pihak otoritas Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)  buka suara terkait insiden penangkapan seorang anggota intelijen kepolisian oleh massa mahasiswa.

Manajemen kampus memastikan ketegangan pascaunjuk rasa murni akibat kesalahpahaman di lapangan.  Penyelesaian masalah kini sudah tuntas lewat jalur musyawarah tanpa melibatkan kontak fisik.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., membenarkan adanya personel Kepolisian Daerah (Polda) DIY di dalam area kampus.

Pria berpakaian sipil tersebut kedapatan berada di area universitas sesaat setelah rombongan besar mahasiswa pulang dari agenda penyampaian aspirasi.

Advertisement

Kehadiran orang asing spontan memicu kecurigaan mahasiswa yang berjaga di lokasi. Melihat situasi memanas, Zuly langsung mengarahkan anak didiknya agar mengedepankan kepala dingin. Pihak rektorat meminta mahasiswa tidak main hakim sendiri.

“Saya menekankan kepada mahasiswa bahwa berdialog jauh lebih penting daripada menggunakan kekuatan fisik. Menggunakan akal sehat dan kejernihan pikiran adalah cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan,” ujar Zuly melalui rilisnya, Kamis 18 Juni 2026.

Skema Keamanan Ketat Sejak Awal

Aksi demonstrasi sejatinya berjalan tertib sejak siang hari. Sekitar seribu mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi UMY Bergerak memadati kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta mulai pukul 13.30 WIB.

Sebelum melepas keberangkatan massa, pihak universitas menetapkan regulasi ketat demi menjamin keselamatan para peserta aksi dari penyusup luar.

Birokrasi kampus mewajibkan seluruh demonstran memakai jaket almamater resmi serta melakukan pendataan identitas secara presisi. Pengetatan ini bertujuan mempermudah pengawasan jumlah personel saat berangkat maupun pulang.

Baca Juga

“Mahasiswa yang berangkat harus terdata dengan baik, dan ketika kembali jumlahnya harus sesuai," ujar Zuly.

Itu dilakukan karena merupakan tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban saat aksi demo digelar.

"Itu bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung,” imbuh Zuly menerangkan prosedur internal kampus.

Advertisement

Rombongan mahasiswa dilaporkan kembali memasuki area kampus dalam kondisi utuh dan aman pada pukul 17.30 WIB. Ketegangan baru dimulai ketika massa melihat keberadaan seorang pemuda tidak dikenal berpakaian preman mondar-mandir di dalam lingkungan UMY.

Sejumlah mahasiswa kemudian menghampiri pria tersebut untuk menanyakan surat tugas serta tujuan kedatangannya.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja