Selasa, 23 Juni 2026
--°C --
-- · --
Eksplore Jogja

Kolektor Seni Sebut Goresan Spontan Budi Ubrux di Pameran Pasaran Punya Emosi Dahsyat

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
22/06/2026, 13:39 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Kolektor Seni Sebut Goresan Spontan Budi Ubrux di Pameran Pasaran Punya Emosi Dahsyat

Seniman Budi Ubrux Bersama Ganjar Pranowo dan para seniman.Foto:dok.jogja.fin.co.id

jogja.fin.co.id – Seniman kontemporer Budi Ubrux menampilkan suguhan visual yang berbeda melalui pameran tunggal bertajuk "Pasaran" di Laku Art Space, Sudimoro, Jalan Imogiri Barat, Bantul, Yogyakarta.

Eksperimen estetik ini menarik perhatian kalangan kolektor dan pengamat seni karena sang seniman melepas gaya ikonik sobekan kertas koran yang selama ini melekat pada karya-karya legendarisnya.

Dalam pameran yang menjadi bagian dari perhelatan Syawalan Seni Rupa Indonesia ini, Budi Ubrux memajang 17 karya bermedium kertas dengan sapuan cat air.

Seluruh objek gambar dieksekusi langsung di tempat (on the spot) pada beberapa titik, seperti Pasar Bantul, Pasar Pleret, Pantai di Bantul, hingga Pasar Hewan Sihono di Gunungkidul.

Advertisement

Perubahan drastis pada aspek teknis ini mendapatkan respons positif dari kolektor seni kelas internasional, Agung Tobing. Menurutnya metode penciptaan langsung di lapangan membuat karya-karya terbaru ini terasa lebih responsif dan reflektif.

"Karya on the spot membawa emosi yang dahsyat karena kecepatan," kata Agung Tobing saat memberikan pandangannya di lokasi pameran.

Agung mengaku dirinya juga mengoleksi karya cat air milik perupa yang memiliki nama asli Budi Haryono tersebut.

Namun, koleksi terdahulu digarap dengan tingkat detail yang tinggi karena tidak dibuat langsung di lokasi objek. Perbedaan metode pengerjaan ini memberikan karakter baru yang lebih segar bagi penikmat seni rupa.

Apresiasi senada datang dari kolektor lain, Piu Muntilan. Menurut penilaiannya, visualisasi yang lahir dari metode pengerjaan langsung selalu memikat perhatian karena menuntut spontanitas tinggi dari sang pelukis.

Piu menambahkan bahwa goresan spontan tersebut justru menghasilkan estetika yang menarik.

Baca Juga

Penulis pameran, Agus Noor, mencatat pameran tunggal yang berlangsung sejak 21 Juni hingga 21 Juli 2026 ini menunjukkan sisi lain Budi Ubrux yang tampil beda.

Publik seni rupa mengenal Budi Ubrux sebagai seniman yang kerap menjadikan visual koran sebagai alat menyuarakan aspirasi, melontarkan inovasi, maupun simbol perlawanan sosial.

Pada kesempatan kali ini, ia sepenuhnya beralih ke cat air yang cair dan dinamis.

Advertisement

Agus Noor memaparkan, frasa "pasaran" dalam sistem penanggalan Jawa merupakan siklus pekan tradisional yang memuat lima hari pasaran, meliputi Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Melalui pameran ini, ada harapan besar untuk mengembalikan esensi ruang tersebut ke dalam ekosistem kesenian.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja