Ramalan Jayabaya Terbukti? Pameran Lukisan Pasaran Budi Ubrux Potret Lesunya Pasar
Tokoh politik Ganjar Pranowo membuka pameran tunggal seniman Budi Ubrux di Laku Art Space, Sudimoro, Jalan Imogiri Barat, Bantul, Yogyakarta. Foto:dok.jogja.fin.co.id
Kondisi hari ini menyiratkan adanya hiruk-pikuk sekaligus kecemasan, keprihatinan, serta kelesuan pasar.
Melalui karya-karya ini, Budi Ubrux dinilai mengajak publik melihat kembali hakikat pasar.
Tempat tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai pusat perputaran uang, melainkan sebagai ruang pertemuan fisik dan kedekatan emosional antarmanusia.
Seniman yang memiliki nama asli Budi Haryono ini mengakui pameran tersebut lahir dari kegelisahan pribadinya terhadap nasib masyarakat bawah.
Baca Juga
Melalui visualisasi pasar tradisional, ia ingin memantik kembali kepedulian sosial masyarakat untuk membela para pedagang kecil dengan cara membeli dagangan mereka.
Budi Ubrux merekam realitas pahit di lapangan, seperti kondisi para peternak sapi yang terpaksa menjual ternaknya dengan harga murah kepada makelar karena desakan kebutuhan modal.
Fenomena menjual sapi hanya untuk membeli pakan sapi kini menjadi siklus yang lumrah terjadi di kalangan peternak.
Selain sektor peternakan, keterbatasan alat tangkap nelayan tradisional juga menjadi sorotan dalam karyanya.
Budi menampilkan potret kebersamaan para nelayan yang harus bertaruh nyawa di laut lepas demi hasil tangkapan yang tidak seberapa, karena kalah bersaing dengan armada penangkap ikan skala besar.
Pameran dengan teknik cat air on the spot ini juga mendapat respons positif dari kalangan kolektor.
Baca Juga
- Dibuka Sampai 6 Juli, Ini Jadwal Lengkap Audisi Paduan Suara GBN Yogyakarta
- Melihat Rumah Yatim At-Taqwa Payak: Kamar Asrama Masih Kosong, Menanti Uluran Tangan Kita
Agung Tobing, seorang kolektor kelas internasional, menilai karya on the spot memiliki kekuatan emosional yang dahsyat karena menuntut kecepatan respons dan refleksi spontan dari senimannya.
Hal senada disampaikan oleh kolektor lain, Piu Muntilan, yang menyebut goresan spontan dalam pameran ini memberikan daya tarik estetika yang berbeda.
Publik dapat menyaksikan langsung pameran tunggal "Pasaran" karya Budi Ubrux ini di Laku Art Space Bantul. Ruang pameran dibuka untuk umum mulai tanggal 21 Juni hingga 21 Juli 2026.