Eksplore Jogja . 23/06/2026, 21:07 WIB

Duet Perdana Run dan Dun: Garin Nugroho Hingga Dwi Sasono Puji Patung Raksasa Dunadi

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Kolaborasi perdana dua perupa senior Yogyakarta, Nasirun dan Dunadi, sukses memikat perhatian para pelaku industri kreatif nasional.

Mengusung tajuk pameran Arundhati, duet seniman yang akrab dengan sapaan Run dan Dun ini mendapat apresiasi tinggi berupa "empat jempol" dari sutradara kawakan Garin Nugroho hingga aktor peran Dwi Sasono dalam pembukaan gelaran di Pendhapa Art Space, Bantul.

Pameran yang berlangsung mulai 20 Juni hingga 20 Agustus 2026 ini menjadi salah satu magnet utama dalam rangkaian perhelatan Syawalan Seni di Yogyakarta.

Kehadiran deretan tokoh penting seperti mantan Rektor ISI Yogyakarta Prof. Suprapto serta pakar periklanan Wahyoe Widiyatmo di lokasi acara menambah prestise pameran bersama itu.

Aktor Dwi Sasono yang membuka langsung jalannya pameran menyatakan kekaguman mendalam atas totalitas berkarya kedua maestro.

Menurutnya, eksistensi dan konsistensi Run dan Dun harus menjadi pemantik semangat bagi generasi perupa muda di tanah air.

Sihir Patung Raksasa dan Kedalaman Karya

Pusat perhatian para tokoh kreatif ini tertuju pada instalasi patung raksasa Sang Proklamator, Bung Karno dan Bung Hatta, yang sedang duduk di kursi.

Karya monumental garapan Dunadi ini menjulang setinggi 17 meter hingga menyentuh langit-langit galeri Pendhapa Art Space.

Struktur masif ini merupakan tiruan (dummy) berbahan fiber kuat, sedangkan cetakan asli dari perunggu kini telah terpasang resmi di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca Juga

Rekam Jejak Pematung Monumen Negara

Rekam jejak Dunadi sebagai pematung kepercayaan TNI dan negara untuk proyek-proyek berukuran raksasa inilah yang membuat kurator Kus Indarto tertarik menyandingkannya dengan eksentrisitas lukisan Nasirun.

Kus Indarto, menceritakan awal mula ketertarikannya terhadap rekam jejak artistik Dunadi yang kerap memproduksi karya untuk ruang publik berskala masif.

Ketertarikan tersebut bermula sejak era 1980-an ketika dirinya sering melintasi rute Yogyakarta-Kebumen saat menempuh masa kuliah.

Kus Indarto mengaku selalu penasaran terhadap sosok di balik pembuatan deretan patung pahlawan yang berdiri tegak di pusat Kota Purworejo.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com