Edukasi . 05/07/2026, 21:11 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Sleman memperkuat upaya pemutusan rantai kemiskinan struktural melalui jalur pendidikan tinggi. Pemkab Sleman mengoptimalkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai penuh kuliah masyarakat kurang mampu melalui program Beasiswa "Sleman Pintar".
Agenda sosialisasi beasiswa tersebut berlangsung di Ruang Seminar Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) pada Minggu 5 Juli 2026. Acara dihadiri langsung oleh jajaran kepala daerah, pimpinan universitas, serta ratusan calon mahasiswa penerima manfaat bersama orang tua mereka.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) menjelaskan, data empiris menunjukkan anak dari keluarga prasejahtera cenderung mewarisi kondisi ekonomi orang tua karena keterbatasan akses. Otoritas daerah menyiapkan jaminan pendidikan untuk memotong siklus tersebut.
Melalui program bertajuk "Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana", pemerintah daerah menanggung seluruh biaya semesteran mahasiswa hingga lulus. Skenario tersebut bertujuan menghilangkan kecemasan finansial orang tua terkait biaya pendidikan anak mereka.
"Satu-satunya bekal abadi yang bisa memutus kutukan generasi ini adalah pendidikan dan keterampilan. Tugas mahasiswa hanya satu: belajar, tangguh, cepat lulus, dan berprestasi," ujar Wakil Bupati.
Program bantuan pendidikan ini menerapkan konsep perkuliahan yang terintegrasi langsung dengan magang kerja di sektor industri.
Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori akademis di ruang kelas, tetapi langsung terlibat dalam ekosistem dunia usaha untuk mengasah keahlian teknis.
Sistem kemitraan ini membuka peluang bagi para penerima beasiswa untuk memperoleh penghasilan mandiri selama masa pemagangan. Formula kolaborasi yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, orang tua, dan sektor industri tersebut terbukti membuahkan hasil nyata.
Skema pengelolaan magang kerja ini bahkan menarik perhatian di tingkat nasional. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) baru-baru ini melakukan kunjungan studi banding ke kampus UTY untuk mendalami formula keberhasilan program tersebut.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengingatkan para orang tua atau wali untuk melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas belajar anak-anak mereka. Sinergi antara keluarga dan pihak kampus menjadi faktor penentu keberhasilan program bantuan ini.
Harda meminta para orang tua memantau perkembangan studi anak secara detail demi menjaga komitmen belajar di tengah tantangan era digital. Pemerintah bersama DPRD berkomitmen mengamankan ketersediaan dana publik ini agar tepat sasaran.
"Saya memohon kepada para orang tua atau wali mahasiswa, tolong perhatikan betul anak-anak kita. Belajarnya dipantau secara detail dan terus dioprak-oprak (dimotivasi). Tidak semua anak di Sleman mendapat kesempatan berharga ini," tutur Harda.
Dalam kesempatan tersebut, Harda turut membagikan kisah masa lalunya yang tumbuh dalam keterbatasan sebagai anak keluarga prasejahtera. Riwayat hidup itu sengaja disampaikan untuk memantik motivasi para mahasiswa agar terus berjuang mengubah nasib keluarga melalui prestasi akademik.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media