News . 05/07/2026, 20:27 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id – Gelaran Jogja Halal Festival (JHF) bersiap memasuki babak baru dengan orientasi perluasan jaringan niaga internasional. Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY resmi menjalin kemitraan strategis untuk mengakselerasi persiapan JHF edisi ketiga
Komitmen Kerjasama ditandai melalui penandatanganan berkas kesepahaman (MoU) oleh Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi, dan Ketua Umum MES DIY, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, di Yogyakarta, Selasa 30 Juni 2026. Sinergitas ini dibentuk untuk mendorong komoditas halal lokal agar mampu bersaing secara kompetitif di pasar global.
Ketua Umum MES DIY, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, mengatakan pelaku usaha syariah domestik perlu mencermati masifnya akselerasi industri halal di kawasan Asia Tenggara, salah satunya agenda Mega Halal Festival di Bangkok, Thailand. Menurutnya, perkembangan negara tetangga tersebut harus dijadikan sebagai stimulasi pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kita perlu prihatin dengan Mega Halal Festival di Bangkok. Tapi ini stimulasi bagi pejuang devisa lewat kuliner, fesyen halal, pariwisata, pendidikan, dan produk halal lainnya," ujar Edy.
Edy menambahkan, kolaborasi kelembagaan ini memegang peranan penting untuk memaksimalkan indeks kesejahteraan masyarakat. KADIN selaku representasi pemain utama dunia bisnis diproyeksikan mampu menyokong standarisasi produk UMKM agar memenuhi kualifikasi perdagangan lintas negara.
Sementara itu, perwakilan KADIN DIY, Robby Kusumaharta, menyoroti tantangan logistik yang selama ini membayangi aktivitas perdagangan luar negeri dari Yogyakarta. Padahal, wilayah DIY sudah didukung fasilitas infrastruktur berupa bandara internasional yang memadai untuk memotong jalur distribusi.
"Potensi kita luar biasa, tapi ada kendala memajukan ekspor, padahal sudah ada bandara internasional," kata Robby.
Untuk mendongkrak daya pikat wilayah, Robby menilai Jogja sebagai kota jasa memerlukan penguatan strategi pengisahan produk (storytelling) yang gencar agar menarik minat investor maupun wisatawan asing untuk membelanjakan modalnya.
Pihak panitia JHF #3 yang kini dinakhodai oleh Heroe Poerwadi juga berencana mendekati Kementerian Perindustrian guna mendapatkan dukungan moril serta menjajaki peluang kemitraan strategis dengan otoritas terkait di Thailand.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media