Eksplore Jogja . 09/07/2026, 16:22 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Suasana khidmat menyelimuti kawasan pedesaan di Kabupaten Sragen saat Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, melakukan napak tilas sejarah. Kunjungan bertajuk Muhibah Budaya Yogyakarta 2026 ini menyambangi situs-situs penting yang menjadi saksi bisu awal mula berdirinya Keraton Yogyakarta.
Dua lokasi utama yang menjadi titik kunjungan adalah Petilasan Sentono di Desa Katelan, Kecamatan Tangen, dan Sendang Sumberan di Desa Japoh, Kecamatan Jenar, Kamis 9 Juli 2026. Di kedua tempat ini, Raja Yogyakarta tersebut menyusuri jejak historis didampingi langsung oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas.
Pantauan di lokasi, momen sakral terjadi saat Sri Sultan tiba di Sendang Sumberan. Di tengah rimbunnya pepohonan, Sultan tampak berjalan mendekati sumber air, lalu perlahan membasuh kedua tangannya di aliran air sendang yang jernih tersebut.
Sultan menyimak dengan saksama setiap lembar kisah sejarah dan memori kolektif yang dipaparkan oleh juru kunci serta tokoh masyarakat setempat mengenai peran penting kedua situs Mataraman ini.
"Kunjungan ini sekaligus menegaskan hubungan persaudaraan dan persahabatan budaya Mataraman Yogyakarta-Sragen yang terjalin baik hingga saat ini," sebut perwakilan Humas Pemda DIY di lokasi acara.
Selain melakukan rekonstruksi sejarah, Sri Sultan menaruh perhatian besar pada kondisi ekologis di sekitar situs peninggalan. Ia meminta pemerintah daerah setempat dan warga sekitar bergotong royong menjaga kawasan tersebut agar tidak rusak oleh modernisasi.
Sultan berharap keasrian alam di sekitar Petilasan Sentono dan Sendang Sumberan terus dipertahankan. Pemeliharaan lingkungan ini penting agar situs bersejarah tetap menjadi ruang terbuka hijau yang dekat dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
"Keasrian alam di kawasan ini dapat terus terjaga sehingga tetap menjadi ruang yang dekat dan dapat dinikmati masyarakat," harap Sri Sultan.
Agenda diplomasi kebudayaan ini juga diperkuat dengan hadirnya jajaran pejabat teras jajaran Pemda DIY. Terlihat mendampingi Sultan di lapangan antara lain Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi, Asisten Bidang Pemerintahan Aria Nugrahadi, serta Kepala Bapperida DIY Danang Setiadi.
Misi Muhibah Budaya 2026 ini mempertegas bahwa ikatan historis antara Yogyakarta dan Sragen bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan warisan hidup yang terus dirajut kembali demi menjaga akar budaya Mataram tetap kokoh.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media