News . 27/07/2026, 17:58 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta memperkenalkan paradigma baru program ketransmigrasian kepada publik.
Pendekatan ini disampaikan melalui rangkaian Transmigrasi Festival 2026 yang mengusung konsep modern, inklusif, dan relevan bagi generasi muda.
Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa, mengatakan program transmigrasi saat ini tidak lagi sebatas perpindahan penduduk antarwilayah.
Program ini berfokus pada instrumen pembangunan kawasan yang berorientasi menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal.
"Transmigrasi sekarang adalah tentang pemberdayaan masyarakat, penguatan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi lokal, dan membangun kawasan yang berdaya saing," ujar Tunggak dalam konferensi pers di BBPPMT Yogyakarta, Senin 27 Juli 2026.
Pendekatan populer yang dihadirkan dalam festival ini yakni Fun Run 6K di D'Kaliurang Camping Ground, Pakem, Sleman, pada Minggu, 23 Agustus 2026. BBPPMT Yogyakarta berkolaborasi dengan Kadin Kabupaten Sleman untuk menjaring 3.000 peserta melalui paduan kegiatan olahraga, pariwisata, dan bazar UMKM.
Selain kegiatan lari di lereng Gunung Merapi, BBPPMT Yogyakarta menyiapkan sejumlah agenda nasional lain hingga penghujung tahun 2026.
Agenda tersebut meliputi Summer Course Festival Kopi dan Budaya di Rempang Ecocity, Batam pada 1–14 Oktober 2026 untuk mempromosikan komoditas kopi dari kawasan transmigrasi. Selanjutnya, giat literasi storytelling bertema Transmigrasi Reborn: Ketika Anak Muda Menulis Masa Depan Nusantara digelar di DIY pada 13 Oktober 2026. Puncak rangkaian ditutup dengan peringatan Hari Bhakti Transmigrasi pada 12 Desember 2026.
Tunggak menegaskan seluruh kegiatan dirancang untuk menunjukkan perkembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat produksi komoditas unggulan dan penggerak ekonomi daerah.
"Di balik setiap produk unggulan yang lahir dari kawasan transmigrasi, ada cerita perjuangan, inovasi, dan keberhasilan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Cerita-cerita itulah yang ingin kami perkenalkan kepada masyarakat luas," tutur Tunggak.
Sementara itu, Ketua Kadin Sleman Yudi Prihatnanta menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi BBPPMT Yogyakarta. Pihaknya menilai pelibatan anak muda dan komunitas melalui kegiatan sport tourism mampu memberi dampak ekonomi berantai bagi pelaku UMKM hingga industri jasa wisata lokal.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media