Jumat, 14 Agustus 2026
--°C --
-- · --
News

Mata Air Kali Krasak Menyusut, 700 Jiwa di Turi Sleman Terpaksa Gilir Air

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
04/08/2026, 14:43 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Mata Air Kali Krasak Menyusut, 700 Jiwa di Turi Sleman Terpaksa Gilir Air

Petugas BPBD Sleman bersama warga dan personil TNI menyalurkan bantuan air bersih dan melakukan asesmen mata air di Turi Sleman.Foto:BPBDSleman

jogja.fin.co.id - Penurunan debit mata air Kali Krasak memicu krisis air bersih di Padukuhan Kemirikebo, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Dampak susutnya pasokan air terasa sejak 23 Juli 2026 dan memaksa ratusan warga membagi giliran aliran air setiap hari.

Pengurus PAMSIMAS Kemirikebo mencatat sebanyak 175 Kepala Keluarga (KK) dengan total 700 jiwa terdampak langsung kondisi ini. Kebutuhan air harian warga di wilayah lereng Merapi tersebut mencapai 15.000 liter.

Guna menyiasati keterbatasan pasokan, pengelola PAMSIMAS menerapkan sistem gilir aliran. Aliran air pagi hari diprioritaskan untuk warga RT 02 dan RT 04. Sementara warga RT 01 dan RT 03 baru mendapat jatah aliran pada sore hari.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman langsung menerjunkan personil ke lokasi pada Selasa 4 Agustus 2026 usai menerima laporan warga. Petugas melakukan asesmen kondisi lapangan untuk menentukan skema penanganan darurat.

Tiga Kecamatan Masuk Pemetaan Rawan

Bantuan air bersih mulai masuk ke wilayah terdampak. Korem 072/Pamungkas sempat menyalurkan bantuan dua tangki air. Namun kondisi air yang sempat keruh membuat air tersebut dialokasikan untuk kebutuhan kelompok ternak warga.

Plt Kepala BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan penanganan krisis air di wilayah Turi sedang berjalan. Ia menyebut beberapa sumber mata air di kawasan lereng gunung memang mengalami penurunan debit.

"Yang sedang berproses ada di Kemirikebo, Kecamatan Turi. Lokasi-lokasi dalam pantauan rawan kekeringan ada di Kecamatan Turi, Tempel, dan Minggir. Tiga kecamatan ini paling rawan," kata Bambang.

BPBD Sleman terus memantau dinamika ketersediaan air bersih di wilayah rawan. Opsi penyaluran dropping air siap dikerahkan jika debit mata air warga terus menurun dalam beberapa hari ke depan.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja