News . 07/08/2026, 15:55 WIB

Sebut Jalan Tol Percuma Tanpa Akses Wisata, Sri Sultan Sentil Bantuan APBN

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan keberadaan jaringan jalan tol tidak akan memberikan dampak ekonomi optimal jika tidak terhubung langsung dengan jalan provinsi maupun kabupaten. Integrasi menuju pusat ekonomi dan destinasi wisata menjadi syarat mutlak.

Hal itu disampaikan Sri Sultan usai menerima jajaran PT Jasa Marga (Persero) untuk membahas progres Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis 6 Agustus 2026.

Sri Sultan menyoroti koridor menuju Bokoharjo yang menjadi pintu masuk kawasan wisata Gunungkidul. Di sepanjang jalur tersebut terdapat 10 hingga 11 objek wisata, termasuk Candi Ijo.

Ketersediaan jalan saat ini dinilai belum memadai untuk kendaraan besar seperti bus pariwisata.

"Kalau kendaraan sedan tidak ada masalah karena jalannya sudah ada. Tetapi kalau bus masih agak sulit untuk masuk. Papasan kendaraan juga menjadi persoalan," kata Sri Sultan.

Ia mengingatkan, manfaat pembangunan tol bagi kawasan sekitar akan sirnah jika akses pendukungnya terabaikan.

"Kalau tidak ada perluasan jalan menuju objek wisata, akhirnya ya percuma," tegasnya.

Peningkatan status jalan kabupaten menjadi jalan provinsi untuk memperlebar jalur wisata berkonsekuensi pada beban APBD DIY.

Namun, keterbatasan fiskal daerah saat ini menjadi penghambat utama percepatan pembangunan fisik.

Sri Sultan mengungkap ketergantungan daerah terhadap kucuran dana dari pemerintah pusat yang hingga kini belum terealisasi.

"Kondisi pengurangan anggaran ini menimbulkan persoalan-persoalan baru dalam menentukan arah pembangunan. Bantuan yang mestinya sudah keluar dari APBN untuk infrastruktur sampai sekarang juga belum keluar," ungkap Sri Sultan.

Ia mengapresiasi perubahan desain akses menuju Gunungkidul melalui Bokoharjo. Dari total kebutuhan jalan penghubung sepanjang 3 kilometer, pengerjaan fisik telah menyelesaikan 1,9 kilometer. Masih tersisa 1,1 kilometer yang harus dituntaskan agar kendaraan tidak lagi menumpuk di jalur lama Piyungan.

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Rivan A. Purwantono melaporkan progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Prambanan–Purwomartani telah mencapai sekitar 98 persen.

Jasa Marga menyiapkan infrastruktur pendukung berupa jalan layang dan jembatan sepanjang 2 kilometer dari pintu keluar Tol Purwomartani menuju Bokoharjo.

Jalur ini dirancang memecah kepadatan arus kendaraan di kawasan Adisutjipto serta mempermudah akses ke wilayah selatan.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com