Polisi Usut Oknum Penonton Terduga Pemukul Kiper di Laga Liga Bantul
Insiden pemukulan kiper PS Sendangsari.foto:IG
jogja.fin.co.id - Insiden kekerasan mewarnai laga Divisi Super Liga Bantul 2026 yang mempertemukan PS Sendangsari melawan PS Bawuran di Lapangan Bawuran, Pleret, Bantul, Sabtu 8 Agustus 2026 sore.
Seorang oknum diduga penonton masuk ke lapangan dan memukul kiper PS Sendangsari hingga mengalami luka-luka.
Aksi pemukulan yang terjadi usai terciptanya gol tersebut terekam video, diunggah akun Instagram @jogja_admin, dan mendadak viral di media sosial. Korban kini resmi membawa kasus ini ke ranah hukum.
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Subihan Afuan Ardhi, mengatakan, korban sudah mendatangi markas kepolisian untuk membuat laporan resmi pada Senin 10 Agustus 2026 siang.
Baca Juga
"Sudah buat laporan, korban melapor tadi siang," kata Subihan kepada wartawan.
Pihak kepolisian saat ini melakukan penyelidikan untuk menindaklanjuti aksi pemukulan tersebut.Subihan memastikan pihaknya akan mendalami kasus tersebut.
Ketua Askab PSSI Bantul, Aris Suharyanta, mengecam tindakan kekerasan di tengah pertandingan amatir tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, pelaku pemukulan diduga bukan bagian dari penggemar sepak bola.
Aris mendorong penuh penanganan kasus ini melalui jalur hukum agar memberikan efek jera, mengingat kiper PS Sendangsari menderita luka akibat insiden tersebut.
"Menurut info, yang melakukan pemukulan bukan penggemar sepak bola. Jadi Askab mendorong itu termasuk pelanggaran," tegas Aris di Bantul, Senin 10 Agustus 2026.
Pihak asosiasi menyerahkan seluruh proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Aris mengingatkan seluruh klub peserta Liga Bantul 2026 untuk memegang teguh komitmen menjaga ketertiban selama kompetisi berlangsung.
Baca Juga
"Kejadian seperti ini jangan sampai terjadi lagi, dan kami sudah ada komitmen dengan klub-klub yang mengikuti," kata Aris.