Selasa, 18 Agustus 2026
--°C --
-- · --
News

Cegah Kutil Kelamin Hingga Kanker Rektum, Siswa Laki-Laki di Sleman Kini Disuntik HPV

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
18/08/2026, 16:51 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Cegah Kutil Kelamin Hingga Kanker Rektum, Siswa Laki-Laki di Sleman Kini Disuntik HPV

Dinkes Sleman memberikan vaksin HPV untuk siswa laki-laki kelas 5 SD pada BIAS 2026.Foto:Dinkes

jogja.fin.co.id - Upaya untuk mencegah risiko penyakit kelamin seperti kutil hingga kanker rectum, imunisasi Human Papillomavirus (HPV) kini tidak hanya menyasar siswa perempuan. Berbeda dengan tahun 2025 lalu, pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026, vaksin HPV juga diberikan kepada siswa laki-laki kelas 5 Sekolah Dasar (SD)/MI.

"Kenapa anak laki-laki mendapatkan imunisasi HPV, kan tidak punya leher rahim? Imunisasi ini diberikan untuk mengantisipasi penyakit kelamin seperti kutil," ujar Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, dr. Khamidah Yuliati, M.M.R, saat jumpa pers di Sleman, Selasa 18 Agustus 2026.

dr Yuli menegaskan imunisasi dasar merupakan hak anak. Daya tahan tubuh yang dibentuk saat bayi dan usia 18 bulan akan menurun seiring bertambahnya usia.

Sehingga butuh imunisasi ulangan melalui BIAS untuk mempertahankan benteng perlindungan dari difteri, tetanus, campak, rubella, hingga kanker.

Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan BIAS di Kabupaten Sleman terbagi dua tahap, yakni Agustus dan November 2026.

"Pada Agustus 2026, imunisasi MR diberikan untuk kelas 1, Td untuk kelas 2, serta HPV untuk siswa laki-laki dan perempuan kelas 5," jelasnya.

Memasuki November 2026, imunisasi DT (Diphtheria Tetanus) diberikan kepada siswa kelas 1 dan Td (Tetanus Diphtheria) kembali disuntikkan untuk kelas 5.

dr Yuli menjelaskan, total sasaran BIAS 2026 di Kabupaten Sleman mencapai puluhan ribu murid. Rinciannya terdiri dari 15.737 siswa kelas 1 (8.139 laki-laki dan 7.598 perempuan), 15.749 siswa kelas 2 (8.070 laki-laki dan 7.679 perempuan), serta 16.291 siswa kelas 5 (8.345 laki-laki dan 7.946 perempuan).

Para orangtua diimbau tidak khawatir dengan keamanan vaksin. Seluruh vaksin dalam program BIAS dipastikan aman karena merupakan program nasional yang telah melewati uji klinis dan mengantongi izin BPOM.

Sementara itu, jika melihat kejadian Gejala Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) tahun lalu terpantau sangat ringan dan tuntas ditangani di tingkat puskesmas.

Meski begitu, Dinkes Sleman tetap menyiapkan anggaran penanganan KIPI. Jika muncul gejala KIPI yang membutuhkan penanganan lebih berat, pihak rumah sakit siap memberikan perawatan 1x24 jam secara gratis. Orang tua diminta segera melapor ke puskesmas terdekat jika anak mengalami keluhan pascasuntikan.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja