Gelar BIAS Agustus dan November 2026, Dinkes Sleman Sisir 47 Ribu Lebih Siswa SD
Kepala Bidang P2PL Dinkes Sleman dr. Khamidah Yuliati memaparkan target sasaran BIAS 2026.Foto:dok.kominfo
jogja.fin.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 dalam dua tahap, yakni Agustus dan November. Program imunisasi lanjutan ini membidik total 47.768 siswa Sekolah Dasar (SD)/MI sederajat di seluruh wilayah Sleman.
Penyuntikan imunisasi ulangan ini bertujuan memperkuat daya tahan tubuh anak sekolah yang mulai menurun seiring bertambahnya usia.
"Imunisasi dasar merupakan hak anak. Kekebalan tubuh yang didapat saat bayi dan usia 18 bulan akan menurun, sehingga perlu imunisasi ulangan untuk mempertahankan tingkat perlindungan dari penyakit," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, dr. Khamidah Yuliati, M.M.R, saat jumpa pers di Sleman, Selasa 18 Agustus 2026.
Dinkes Sleman membagi pelaksanaan BIAS 2026 untuk murid kelas 1, 2, dan 5 SD/MI sederajat.
Baca Juga
Pada tahap pertama Agustus 2026, murid kelas 1 menerima imunisasi MR, kelas 2 menerima imunisasi Td, serta kelas 5 menerima imunisasi HPV.
Tahap kedua berlanjut November 2026, yaitu imunisasi DT untuk kelas 1 dan imunisasi Td ulangan untuk kelas 5.
Rincian target sasaran terdiri atas 15.737 murid kelas 1 (8.139 laki-laki dan 7.598 perempuan), 15.749 murid kelas 2 (8.070 laki-laki dan 7.679 perempuan), serta 16.291 murid kelas 5 (8.345 laki-laki dan 7.946 perempuan).
Tahun ini, siswa laki-laki kelas 5 turut menerima imunisasi HPV bersama siswa perempuan. Kebijakan tersebut diberikan untuk mengantisipasi risiko penyakit kelamin seperti kutil hingga kanker rektum sejak dini.
Orang tua diimbau tidak perlu ragu memberikan izin imunisasi. Seluruh jenis vaksin dalam program BIAS dipastikan aman karena telah melewati uji klinis dan mengantongi izin resmi BPOM.
Gejala Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada pelaksanaan tahun lalu terpantau sangat ringan dan tuntas ditangani puskesmas.
Baca Juga
Dinkes Sleman juga mengalokasikan anggaran khusus penanganan KIPI. Jika anak mengalami gejala KIPI yang membutuhkan penanganan lanjutan, rumah sakit siap memberikan perawatan 1x24 jam secara gratis.