Edukasi . 21/08/2026, 10:07 WIB

Jangan Menyerah Stigma 'Sakit Tua', Siapa Sangka Natrium Ibu Bisa Lenyap Karena Obat Hipertensi

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

Lalu mengizinkan ibu pulang. Tapi, seminggu berlalu, kondisi fisik ibu bukannya membaik justru makin merosot. Badannya lemas, energinya seperti habis.

Kami kembali membawanya ke rumah sakit. Kali ini, untuk memburu penyebab mual kronis tersebut. Dokter menyarankan tindakan gastroskopi, pemeriksaan teropong lambung.

Bayangkan, seorang lansia berusia 73 tahun dalam kondisi tubuh lunglai dan lemas harus menjalani prosedur invasif yang tentu tidak nyaman.

Anehnya, hasil pemeriksaan lambung pun tidak menunjukkan masalah besar. Hanya ada bercak-bercak merah yang didiagnosis dokter akibat asam lambung terlalu tinggi.

Lagi-lagi, kesimpulan medis kembali menyudutkan asam lambung dan faktor psikologis. "Ibu mungkin terlalu banyak pikiran atau stres," ujar dokter.

Stres memang bisa memicu respons psikosomatis pada fisik. Tapi, dalam kehidupan sehari-hari, ibu tergolong dalam kehidupan yang tenang tanpa tekanan emosional yang ekstrem.

Apakah "stres" kini menjadi alasan pelarian paling mudah saat penyebab pasti suatu penyakit sulit terdeteksi?

Saat Bicara Mulai Pelo

Kondisi ibu mencapai titik terendahnya beberapa hari kemudian. Tubuhnya drop total. Hari itu, seorang dokter di unit gawat darurat mengambil keputusan memeriksa kadar elektrolit, terutama natrium (sodium).

Hasil pemeriksaan menyebutkan kadar natrium darah ibu berada di angka 100 mEq/L.

Padahal, kadar natrium normal dalam darah manusia—khususnya pada kelompok lansia—seharusnya berada di rentang 135 hingga 145 mEq/L.

Ibu saya mengalami hiponatremia berat. Menurut penjelasan dokter, dalam ilmu biokimia tubuh, natrium adalah kation utama dalam cairan ekstraseluler yang mengatur tekanan osmotik, volume darah, serta fungsi sinyal saraf dan otot.

Ketika natrium dalam darah anjlok secara drastis, air akan berpindah masuk ke dalam sel-sel tubuh melalui proses osmotic. Hal ini menyebabkan pembengkakan sel—termasuk sel-sel di otak (edema serebral).

Ibu segera diinfus natrium untuk menaikkan kadarnya secara bertahap. Karena pembatasan durasi rawat inap standar sistem jaminan kesehatan (BPJS), untuk kasus tertentu yang dinilai mulai stabil, pasien diizinkan pulang.

Padahal saat itu kadar natrium baru menyentuh angka 124 mEq/L. Sebenarnya ini masih berada di batas rentang bahaya.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com