Edukasi . 21/08/2026, 10:07 WIB

Jangan Menyerah Stigma 'Sakit Tua', Siapa Sangka Natrium Ibu Bisa Lenyap Karena Obat Hipertensi

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

Pesan yang kami terima dari dokter saat hendak meninggalkan rumah sakit adalah perbaikan gizi.

"Di rumah diperbaiki gizinya ya, makan makanan yang bergizi."

Satu minggu di rumah, musibah yang kami takuti terjadi. Tubuh Ibu drop secara mendadak. Kali ini gejalanya jauh lebih mengerikan. Ibu mulai kehilangan kesadaran dan bicaranya mulai pelo (pelo) serta melantur.

Respons sarafnya melambat drastis. Di UGD rumah sakit, pemeriksaan cepat menunjukkan kadar natriumnya sudah turun hingga angka 90 mEq/L. Sebuah tingkatan ekstrem yang sangat berisiko memicu kejang, koma, hingga kematian.

Tim medis langsung memberikan cairan rehidrasi berupa infus natrium konsentrasi tinggi, NaCl 3% (Hipertonik), melalui pengawasan ketat.

Ajaib sekaligus menggetarkan hati. Hanya dalam hitungan jam setelah cairan infus NaCl hipertonik mengalir ke dalam pembuluh darahnya, keajaiban kecil itu terjadi. Kesadaran Ibu perlahan-lahan pulih.

Tatapan matanya yang tadinya kosong kembali fokus, dan beliau pun kembali bisa mengenali serta menyapa kami dengan suara yang jernih.

Hanya karena sekantong cairan garam medis, seorang Ibu yang tadi pagi tampak seperti "sedang dijemput sakaratul maut akibat sakit tua", bisa kembali tersenyum dan berbicara seperti sediakala.

Mengurai Akar Masalah: Mengapa Natrium Terus Bocor?

Meski infus NaCl berhasil menyelematkan nyawanya dari ancaman koma, pertanyaan besar kami belum terjawab. Apa pemicu utama yang membuat kadar natrium di tubuh ibu merosot sedemikian hebatnya?

Di sinilah letak tantangan yang sering dihadapi pasien. Pengobatan kerap kali berhenti pada penanganan gejala akut, tanpa menggali akar penyebabnya.

Seorang perawat senior menyarankan kepada kami agar melakukan investigasi lebih lanjut melalui jalur rawat jalan spesialis agar pemicunya bisa diurai secara tuntas.

Kemudian seorang dokter, juga menyarankan kepada kami untuk membeli obat golongan antagonis reseptor vasopressin. Obat ini bekerja membantu menaikkan kadar natrium darah tanpa membuang elektrolit penting tubuh.

Penggunaan obat ini memang mempercepat stabilitas natrium ibu. Tapi, kami tidak ingin ibu bergantung pada obat-obatan penyeimbang elektrolit seumur hidupnya tanpa tahu apa "penjahat utama" di balik kebocoran natrium.

Kami akhirnya memutuskan untuk berkonsultasi secara mandiri ke seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi, Metabolik, dan Diabetes.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com