News . 24/08/2026, 14:33 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta membuka kesempatan bagi warga serta wisatawan untuk menjajal transportasi ramah lingkungan di kawasan utama tujuan wisata. Program uji coba becak listrik gratis ini dijadwalkan berlangsung pada Senin 24 Agustus 2026 sore.
Melalui rilis resmi Humas Pemprov DIY, agenda ini dihadirkan untuk memberikan pengalaman baru menyusuri sumbu filosofi Yogyakarta tanpa emisi bahan bakar.
"Yuk, nikmati pengalaman berbeda menyusuri Malioboro dengan Becak Listrik Gratis! Selain lebih ramah lingkungan, perjalanan jadi makin asyik sambil menikmati suasana dan ikon Kota Yogyakarta dari dekat," tulis penyataan resmi Humas DIY.
Layanan bebas biaya ini beroperasi secara terbatas mulai pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Titik kumpul penumpang dipusatkan di utara kawasan pedestrian.
"Ditunggu di Pos Gumaton nggih! Catat waktunya, Senin 24 Agustus 2026 jam 14.00–18.00 WIB di Pos Gumaton, eks Parkir Abu Bakar Ali," tambah Humas DIY.
Operasional armada ini sekaligus menjadi sarana sosialisasi transisi moda transportasi tradisional berbasis tenaga manusia ke tenaga pembantu listrik di DIY.
Warga maupun pengunjung yang berada di sekitar Malioboro dapat langsung mendatangi lokasi keberangkatan tanpa dipungut biaya selama kuota operasional masih tersedia.
Sebelmnya, penggunaan becak penggerak daya listrik ini mendapat dukungan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sultan menilai moda ini memberikan warna baru bagi sektor pariwisata sekaligus memberi kemudahan fisik bagi para pengayuh.
"Semoga ini membantu dan bisa memberikan nuansa baru bagi wisata maupun sebagai penghubung transportasi di Jogja. Ada kemudahan di sana," ujar Sri Sultan saat menerima penyerahan armada secara simbolis di Kompleks Kepatihan.
Pemda DIY kini tengah mengkaji pengembangan desain mandiri agar unit kendaraan tetap mempertahankan ciri khas tradisional kawasan budaya setempat.
Proyek peremajaan moda transportasi ini didukung penyaluran 50 unit becak listrik bernilai hampir Rp1 miliar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa armada hasil rekayasa ini menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi ramah lingkungan.
"Becak listrik ini adalah inovasi rekayasa yang lahir dari kendaraan tradisional. Kita menggerakkannya dengan tenaga baterai sehingga mampu menekan emisi karbon dan polusi di Yogyakarta secara signifikan," jelas Bobby.
Pengoperasian secara gratis pada sore ini menjadi langkah awal uji coba lapangan sebelum armada disebar penuh melayani rute kawasan wisata utama Yogyakarta.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media