Selasa, 25 Agustus 2026
--°C --
-- · --
News

Merapi Erupsi Lagi, Awan Panas Meluncur ke Hulu Kali Sat dan Putih: BPPTKG Minta Warga Waspada

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
25/08/2026, 12:42 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Merapi Erupsi Lagi, Awan Panas Meluncur ke Hulu Kali Sat dan Putih: BPPTKG Minta Warga Waspada

Visual kubah lava dan asap kawah Gunung Merapi dalam pemantauan BPPTKG Badan Geologi.Foto:bpptkg

jogja.fin.co.id - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada Selasa 25 Agustus 2026 siang. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat kejadian berlangsung pukul 11.04 WIB dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter ke arah barat daya.

Muntahan awan panas tersebut mengarah ke hulu Kali Sat dan Kali Putih. Petugas mencatat amplitudo maksimum gempa letusan sebesar 59,3 mm dengan durasi 142,81 detik.

Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan tingkat aktivitas Gunung Merapi pada Level III (Siaga). Suplai magma di dalam tubuh gunung dinilai masih berlangsung dan memicu terjadinya awan panas guguran di area potensi bahaya.

Waspadai Alur Sungai dan Daerah Bahaya

BPPTKG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di wilayah potensi bahaya. Warga sekitar lereng dan wisatawan diminta mengantisipasi potensi bahaya guguran lava serta awan panas, terutama di sepanjang alur sungai yang berhulu di Merapi.

"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," rilis BPPTKG dalam laporan resminya.

Potensi bahaya guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Pada sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer.

Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Sleman hingga Boyolali Siapkan Evakuasi

Menanggapi tingginya aktivitas vulkanik, pemerintah daerah di sekeliling Merapi diminta bersiap. Pemkab Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten direkomendasikan terus melanjutkan langkah mitigasi bencana.

BPPTKG meminta keempat pemerintah daerah mematangkan penyiapan sarana serta prasarana evakuasi warga. Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai bahaya lahar hujan saat curah hujan tinggi terjadi di puncak gunung.

Warga disarankan memperbarui data aktivitas Gunung Merapi melalui saluran resmi BPPTKG maupun pos pengamatan terdekat untuk menghindari kesimpangsiuran infor

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja