News . 07/09/2026, 13:02 WIB

90 Persen Bencana Indonesia Hidrologi, Daya Tampung Air Masih Jauh dari Ideal

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

“Ada saatnya teknologi harus bekerja dengan memahami logika alam, bukan menggantikannya,” tuturnya.

Sri Sultan mendorong ahli teknik hidraulik memperluas perspektif dalam mengelola air. Pengelolaan tidak berhenti pada rekayasa dan pengendalian, tetapi juga mencakup upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai pergeseran dari *hydraulic engineering* menuju *water stewardship*.

Pengelolaan air membutuhkan banyak pihak

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM Arief Setiawan Budi Nugroho mengatakan UGM berkomitmen berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan transdisiplin.

UGM berharap forum tersebut menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan. Fokusnya mencakup teknologi inovatif, tata kelola sumber daya air yang inklusif, serta solusi berbasis alam.

Sementara itu, Ketua Umum HATHI Bob Arthur Lombogia mengatakan PIT HATHI menjadi ruang bertemunya gagasan, hasil penelitian, inovasi teknologi, dan pengalaman lapangan dari berbagai pihak.

Menurut Arthur, pemanfaatan IoT, *big data*, dan AI perlu berjalan bersama pendekatan *Nature-based Solutions* (NbS). Pendekatan tersebut diarahkan untuk memulihkan fungsi ekosistem sekaligus memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim.

Pengelolaan air juga perlu memperhatikan aspek sosial dan tata kelola. Di antaranya keadilan distribusi air serta hak masyarakat atas air.

“Diperlukan penguasaan tata kelola sumber daya air berbasis kolaborasi multipihak dan diplomasi air yang berkeadilan,” ujarnya.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com