Empat Suporter PSS Sleman Dilaporkan Meninggal Dunia, Laka Lantas di Tol Madiun Masih Diselidiki
Petugas kepolisian melakukan olah TKP lokasi kecelakaan mobil suporter PSS Sleman tabrak truk di Tol Madiun KM 616.Foto:IST
jogja.fin.co.id - Penanganan medis terhadap korban kecelakaan rombongan suporter PSS Sleman di Tol Madiun KM 616 mencatat penambahan jumlah korban jiwa.
Empat dari sembilan penumpang Toyota Microbus Hiace bernomor polisi AB 7831 E dilaporkan meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan intensif di RSUD Caruban.
Insiden tersebut terjadi saat rombongan pendukung PSS Sleman menempuh perjalanan menuju Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya untuk menyaksikan laga kontra Persebaya.
Minibus yang mengangkut para pendukung Super Elang Jawa itu menghantam bagian belakang truk tronton bernomor polisi H 1872 AG.
Baca Juga
Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki membenarkan adanya penambahan korban jiwa dalam kecelakaan lalu lintas tersebut.
"Betul korban bertambah jadi empat," kata Ridwan.
Ia menjelaskan satu penumpang meninggal dunia langsung di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya mengembuskan napas terakhir sewaktu ditangani tim medis.
"Meninggal yang satu di lokasi, yang tiga di RSUD Caruban saat perawatan," lanjutnya.
Penyelidikan Penyebab Kecelakaan Masih Berjalan
Kecelakaan bermula ketika minibus yang dikemudikan pria berinisial H melaju dari arah barat menuju timur. Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi diduga hilang konsentrasi hingga menabrak bagian belakang samping kanan truk tronton di jalur lambat. Truk tersebut juga dikemudikan oleh pria berinisial H.
Baca Juga
Benturan keras membuat sembilan orang di dalam minibus mengalami luka-luka hingga fatalitas. Selain empat korban meninggal dunia, lima penumpang lainnya menderita luka berat serta luka ringan dan masih menjalani perawatan di RSUD Caruban.
Pihak kepolisian belum merilis identitas lengkap para korban. Saat ini Satlantas Polres Madiun masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk memastikan penyebab utama benturan.
"Saat ini masih penyelidikan," ujar Ridwan.