Eksplore Jogja . 26/10/2026, 16:47 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
"Saya berharap Sarkem Fest menjadi ruang kolaborasi yang terus berkembang antara pemerintah, KAI, dunia usaha, pelaku pariwisata, UMKM, komunitas, seniman, dan masyarakat. Karena wajah Yogyakarta tidak dibangun oleh satu pihak. Kota ini tumbuh karena banyak orang mau bergerak bersama," imbuhnya.
Deretan stan bazar makanan dan minuman dari Koperasi Konsumen Mitra Pedagang Nusantara serta pameran kriya dari Koperasi Pemasaran Formekers Kriya Utama tampak memenuhi area festival.
Pengunjung yang melintas di trotoar kawasan tersebut disuguhkan pemandangan yang kontras dengan stigma masa lalu.
Aktivitas seni rupa berjalan berdampingan dengan kegiatan melukis langsung bersama perupa dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Para seniman mengabadikan kebangkitan kawasan serta lanskap Stasiun Tugu di atas kanvas.
Sementara itu, panggung hiburan yang menghadirkan alunan musik keroncong “Biru Malam”, nomor etnik dari Empu Jaya, hingga sajian jazz bersama Pejazztrian bergantian memecah malam di kawasan tersebut.
Penyelenggara berharap agenda tahunan ini mampu mengubah persepsi masyarakat secara permanen, sekaligus menjadikan kawasan Pasar Kembang sebagai destinasi singgah yang membanggakan bagi wisatawan di Yogyakarta.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media