News . 05/11/2026, 14:15 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id, - Warga Sleman diminta mulai bersiap menghadapi musim hujan yang diperkirakan datang pada akhir November 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Februari 2027.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan di Sleman diperkirakan berlangsung pada dasarian III November 2026.
Intensitas hujan kemudian meningkat secara bertahap hingga mencapai puncaknya pada Februari 2027.
Menghadapi periode tersebut, BPBD Sleman meminta masyarakat tidak menunggu bencana terjadi untuk mulai melakukan persiapan.
Kesiapsiagaan perlu dibangun sejak tingkat keluarga, termasuk mengenali potensi bahaya di lingkungan tempat tinggal.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, A.P., M.Si., mengatakan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni diri sendiri dan keluarga.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sleman untuk mewujudkan prinsip Tanggap, Tangkas, Tangguh. Menghadapi musim hujan kali ini, kesiapsiagaan harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu diri sendiri dan keluarga," ujar Bambang di Sleman, Kamis 5 November 2026.
Mengacu pada Surat Edaran Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2026, BPBD Sleman menyampaikan delapan langkah kesiapsiagaan yang perlu dilakukan masyarakat.
Pertama, warga diminta mengenali potensi ancaman bencana di lingkungan masing-masing, terutama banjir dan tanah longsor. Pemetaan risiko dapat dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi InaRISK.
Kedua, setiap keluarga dianjurkan menyiapkan Tas Siaga Bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan logistik dasar untuk kondisi darurat.
Ketiga, koordinasi antarwarga perlu diperkuat melalui komunikasi di tingkat RT dan RW, termasuk memanfaatkan grup percakapan untuk menyebarkan informasi kebencanaan.
Keempat, masyarakat diminta menghidupkan kembali sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal, seperti kentongan dan pengumuman melalui masjid.
Kelima, warga perlu menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan saluran air di sekitar rumah agar tidak tersumbat saat hujan deras.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media