News . 05/11/2026, 14:43 WIB

Waspada Banjir Bandang! Jalur Lahar Dingin Merapi Terancam Jebol Diguyur Hujan Ekstrem

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Ancaman banjir lahar dingin Gunung Merapi kembali membayangi wilayah Sleman menjelang puncak musim hujan. Jutaan meter kubik material vulkanik yang masih menumpuk di lereng gunung berpotensi terseret arus deras jika hujan lebat mengguyur kawasan puncak.

Berdasarkan pemetaan mitigasi, volume material di sektor barat daya tercatat mencapai 4,3 juta meter kubik, sementara di sisi selatan tersisa sekitar 2,3 juta meter kubik.

Timbunan material dalam jumlah besar tersebut berada dalam kondisi labil dan berpotensi terseret arus deras saat intensitas hujan di wilayah puncak melampaui ambang batas normal.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, status siaga darurat ini difokuskan untuk mengantisipasi bahaya laten cuaca ekstrem yang menyertai masa peralihan musim.

"Status kita masih Siaga Darurat Gunung Merapi dan hari ini ulang tahun yang keenam. Kalau Sleman sendiri menetapkan status siaga darurat untuk erupsi Gunung Merapi, erupsi terus sampai kapan tidak tahu, tapi surat siaganya sampai bulan Desember," ujarnya, Kamis 5 November 2026.

Ancaman terjangan arus lahar dingin dipetakan berdampak langsung pada sejumlah alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Wilayah paling rentan berada di sepanjang alur Kali Boyong, Kali Turgo, Kali Purwobinangun, hingga kawasan Pakem dan Cangkringan.

BPBD mencatat limpasan air berpotensi meluber ke permukiman warga atau merusak infrastruktur jembatan jika curah hujan harian di puncak merangkak naik secara signifikan.

"Kalau kondisi daruratnya, potensi lahar dingin di barat daya itu kan 4,3 juta meter kubik, yang selatan 2,3 juta meter kubik. Itu yang potensinya kalau hujan lebat di puncak, potensi untuk terjadi banjir bandang," tambahnya.

Larangan Beraktivitas di Bantaran

Pemerintah daerah menginstruksikan jaringan relawan serta pemangku wilayah tingkat kapanewon dan kalurahan untuk mengaktifkan sistem peringatan dini secara berkala. Pemantauan cuaca dilakukan 24 jam melalui koordinasi lintas sektor bersama instansi meteorologi.

Warga dan para pelaku penambangan manual diimbau menjauhi zona berbahaya di sepanjang sepadan sungai. Larangan beraktivitas diberlakukan secara ketat terutama ketika cuaca di lereng atas mulai mendung gelap atau diguyur hujan lebat.

Pembiayaan penanganan darurat beralih menggunakan pos anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT) apabila eskalasi bencana menuntut evakuasi cepat dan perbaikan infrastruktur darurat di lapangan.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com