Kisah Penjual Ubi di Bantul, Sapinya Dipilih Presiden Prabowo Jadi Hewan Kurban Utama 2026
Potret Supardiono, peternak sekaligus penjual ubi di Bantul bersama Sontrot, sapi Simental seberat 1,05 ton pilih Presiden Prabowo.Foto:Tangkapan layer videoANT
jogja.fin.co.id – Rezeki memang tidak pernah tertukar. Itulah ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan perasaan Supardiono Sambodo, seorang warga Dusun Salakan, Kalurahan Bangunjiwo, Bantul. Siapa sangka, di balik kesehariannya sebagai penjual ubi, tangan dinginnya berhasil membesarkan seekor sapi raksasa yang kini resmi menjadi pilihan utama Presiden Prabowo Subianto untuk berkurban pada Idul Adha 1447 Hijriah.
Sapi jenis Simental seberat 1,05 ton yang diberi nama "Sontrot" itu dibeli oleh tim Kepresidenan dengan harga fantastis, yakni Rp110 juta. Bagi Supardiono, pencapaian ini bukan sekadar soal nominal uang, melainkan sebuah pengakuan atas ketekunan seorang peternak kecil yang berjuang dari nol.
Berawal dari Hobi dan Ketekunan Menjual Ubi
Nama "Sontrot" yang melekat pada sapi raksasa tersebut ternyata menyimpan cerita unik. Supardiono yang sudah empat tahun terakhir menekuni dunia ternak, tidak melepas profesi utamanya sebagai pedagang ubi. "Nama itu kita berikan karena kebetulan saya bakul ubi (penjual ubi)," kenang Supardiono dengan senyum bangga saat ditemui di kandangnya, Jumat 15 Mei 2026.
Kesibukannya membelah waktu antara pasar dan kandang tidak membuatnya lengah dalam merawat ternak. Sontrot ia pelihara dengan penuh kasih sayang sejak masih anakan (pedhet). Di tangan seorang penjual ubi inilah, sapi tersebut tumbuh menjadi raksasa yang sehat, kekar, dan memenuhi standar ketat kesehatan hewan tingkat nasional.
Baca Juga
Menyingkirkan Saingan Lewat Seleksi Ketat
Perjalanan Sontrot menuju halaman Istana tidaklah instan. Awalnya, Supardiono mengajukan tiga ekor sapi terbaiknya untuk diseleksi oleh tim dokter hewan kepresidenan. Namun, hanya Sontrot yang dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan menyeluruh, mulai dari pengecekan berat badan riil, pemeriksaan gigi, hingga tes bebas parasit dan cacing.
"Rasanya senang banget, karena kita petani sapi ala kadarnya bisa dipercaya sama orang nomor satu di Indonesia. Sebelumnya tidak nyangka, karena jelas banyak saingan dari para peternak besar lainnya," tuturnya haru.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kualitas ternak tidak selalu ditentukan oleh besarnya modal, melainkan oleh kualitas perawatan dan kedekatan emosional antara peternak dengan hewannya.
Pesan Inspiratif: Beternak dengan Hati
Baca Juga
- Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Dugaan Malpraktik Balita Tewas di RSUD Prambanan
- Niat Berburu Sunrise Usai Main Skateboard, Dua Pemuda Tewas di Embung Kaliaji Sleman
Kini, menjelang Idul Adha 2026, Sontrot masih berada dalam pengawasan ekstra di kandang Supardiono. Ia memastikan pakan dan kebersihan sapi kesayangan Presiden itu tetap terjaga hingga waktu pengiriman tiba. Baginya, terpilihnya Sontrot adalah "hadiah" atas kesabaran dan keistiqomahannya selama ini.
Kepada sesama peternak di Bantul dan sekitarnya, Supardiono menitipkan sebuah pesan sederhana namun mendalam. Ia menekankan bahwa kunci utama dalam berusaha adalah rasa cinta terhadap apa yang dikerjakan.
"Intinya kita beternak itu bismillah, kita harus senang dengan hewan itu sendiri. Kalau kita tidak senang sapi, kenapa harus merawatnya? Yang penting istiqomah tetap senang sama sapi," pungkas sang penjual ubi yang kini namanya harum berkat dedikasinya tersebut.