DRAMATIS! Pelajar Korban Klitih Terjatuh Bersimbah Darah, Warga Larikan ke RS Pakai Ambulans Gereja
Ilustrasi Rumah Sakit Panti Rapih tempat korban klitih dilarikan warga menggunakan ambulans gereja.
jogja.fin.co.id – Di balik tragedi berdarah kejahatan jalanan atau klitih yang menewaskan seorang pelajar berinisial AA (17/18) di kawasan Kridosono, tersisip sebuah momen dramatis di jalanan. Korban ternyata sempat mencoba bertahan hidup dan dilarikan oleh rekannya, sebelum akhirnya ambruk tak berdaya di kawasan Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
Aksi penyelamatan darurat pun sempat dilakukan secara heroik oleh warga sekitar yang mengandalkan fasilitas operasional berupa mobil ambulans milik gereja setempat demi melarikan korban ke rumah sakit.
Terjatuh dari Motor karena Kehabisan Darah
Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak kepolisian, setelah korban AA dianiaya secara brutal menggunakan senjata tajam oleh komplotan pelaku di depan pintu selatan SMAN 3 Yogyakarta, rekan korban langsung berinisiatif menaikkan AA kembali ke atas saklar motor. Sang joki berusaha memacu kendaraannya mencari pertolongan medis terdekat.
Namun, pelarian darurat tersebut mendadak terhenti saat mereka melintasi Jalan I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru. Luka sabetan senjata tajam yang cukup parah membuat kondisi fisik remaja asal Ngampilan tersebut drop drastis akibat pendarahan hebat. AA pun kehilangan kesadaran hingga akhirnya terjatuh dari boncengan motor dan terkapar di aspal.
Baca Juga
“Pada saat saksi dan korban sampai di Jalan I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru, Yogyakarta, korban terjatuh. Kemudian korban ditolong oleh warga dan diantar ke rumah sakit,” papar Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS.
Aksi Cepat Warga dan Bantuan Ambulans Gereja
Melihat ada pengendara motor yang ambruk bersimbah darah di jalanan pada dini hari yang sunyi, warga di sekitar Jalan I Dewa Nyoman Oka langsung berhamburan keluar. Sadar bahwa kondisi korban sudah sangat kritis dan membutuhkan penanganan medis secepat mungkin, warga tidak menunggu kedatangan kendaraan umum.
Masyarakat setempat langsung bergerak cepat berkoordinasi untuk meminjam dan mengoperasikan fasilitas armada ambulans milik gereja yang berada di kawasan Kotabaru tersebut. Tubuh korban AA langsung dievakuasi ke dalam mobil dan dilarikan menuju Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.
Baca Juga
- Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Dugaan Malpraktik Balita Tewas di RSUD Prambanan
- Niat Berburu Sunrise Usai Main Skateboard, Dua Pemuda Tewas di Embung Kaliaji Sleman
“Korban ditolong oleh warga dan diantar ke rumah sakit menggunakan ambulans milik gereja,” tambah Iptu Dani saat memberikan rincian kronologi evakuasi di lapangan.
Perjuangan Terakhir di Ruang Medis
Armada ambulans gereja tersebut berhasil mengantarkan korban hingga ke unit gawat darurat RS Panti Rapih dalam waktu singkat. Tim medis rumah sakit pun langsung mengambil tindakan darurat untuk menyembuhkan luka-luka akibat serangan street crime tersebut.
Namun takdir berkata lain. Efek pendarahan yang terlalu masif selama rute pelarian membuat nyawa pelajar kelahiran tahun 2008 itu tidak bisa diselamatkan. AA dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Meskipun korban pada akhirnya mengembuskan napas terakhir, kesigapan warga Kotabaru dan kerelaan pihak pengelola gereja meminjamkan fasilitas ambulans di jam rawan dini hari tersebut menjadi bukti nyata kepedulian sosial masyarakat Jogja yang masih tinggi di tengah maraknya teror kejahatan jalanan.