Ogah Jadi Operator Dapur Makan Gratis, UMY Pilih Sodorkan Dua Solusi Ini ke Pemerintah
Profesor Dyah Mutiarin selaku Wakil Rektor UMY saat memberikan pemaparan kritis mengenai fungsi akademik kampus dan program Makan Bergizi Gratis.Foto:UMY
Langkah menolak pembangunan dapur di dalam kampus juga didasari oleh realitas bahwa Muhammadiyah sebetulnya sudah memiliki ekosistem yang mapan di masyarakat. Jaringan amal usaha Muhammadiyah di sektor pendidikan, mulai dari tingkat TK hingga SMA, merupakan sasaran langsung dari program MBG ini.
“Kita mendukung dari sisi sumber daya manusia. Selain itu, karena banyak amal usaha pendidikan Muhammadiyah bergerak di lingkup TK, SD, SMP, hingga SMA, sebenarnya kita sudah terhubung langsung dengan SPPG itu sendiri,” pungkas Arin.
Melalui pendekatan ini, UMY membuktikan bahwa kontribusi nyata terhadap program negara tidak harus dilakukan dengan mengubah wajah kampus menjadi area industri boga, melainkan tetap berdiri kokoh sebagai menara pencuci otak dan pusat ilmu pengetahuan.