News . 18/05/2026, 15:05 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Sektor pertanian di Kabupaten Gunungkidul mendadak dikejutkan oleh sebuah fenomena alam yang sangat langka sekaligus membawa angin segar bagi para petani buah. Sebuah pohon pisang berjenis Ambon yang tumbuh di pekarangan milik Pirngadi, seorang warga Dusun Wonongso, Kelurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, mendadak viral lantaran mampu menghasilkan hingga empat tandan buah sekaligus hanya dari satu batang pohon utama.
Fenomena yang dikategorikan tim ahli sebagai bentuk mutasi genetika secara murni dan alami ini tidak hanya menawarkan keunikan visual. Keunggulan dari tanaman ajaib ini terletak pada sistem imunitasnya yang sangat luar biasa terhadap serangan patogen atau penyakit tanaman yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi industri pertanian lokal.
Ketika perkebunan pisang di sekitar wilayah Kapanewon Ngawen luluh lantak akibat paparan virus mematikan atau yang oleh masyarakat setempat akrab dijuluki sebagai penyakit bombrong, tanaman milik Pirngadi ini justru tetap berdiri kokoh dan berdaun segar. Ketahanan fisik varietas hasil mutasi ini sudah teruji secara ekstrem di lapangan.
Meski sengaja ditanam di atas lahan bekas titik tanah yang tanaman sebelumnya mati akibat terjangkit virus, bibit anakan dari pisang ini terbukti tetap mampu tumbuh mandiri tanpa menunjukkan gejala pembusukan atau kelayuan sedikit pun. Karakteristik langka inilah yang membuat nilai ekonomis dari tanaman tersebut melonjak drastis.
Menanggapi laporan mengenai potensi komoditas pangan yang luar biasa ini, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, langsung turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendalam di lokasi kebun pada Senin, 18 Mei 2026. Dalam kunjungannya, kepala daerah menegaskan komitmen pemerintah untuk mengamankan dan mengembangkan varietas tersebut secara serius melalui tangan Dinas Pertanian dan Pangan setempat.
"Mungkin kedepan kita bisa memberikan nama khusus untuk varietas ini agar dapat menjadi ikon baru bagi Kapanewon Ngawen, khususnya Kelurahan Tancep," ujar Bupati Endah Subekti Kuntariningsih saat berdialog dengan pemilik kebun di lokasi peninjauan.
Langkah strategis jangka pendek yang akan diambil oleh jajaran Pemkab Gunungkidul adalah melakukan penangkaran resmi serta pemetaan genetik guna memperbanyak bibit unggul kebal penyakit ini secara luas. Target besarnya adalah mendistribusikan varietas tangguh ini kepada kelompok-kelompok tani lokal guna mendongkrak produktivitas buah daerah, sekaligus memperkuat kedaulatan pangan wilayah Gunungkidul sebagai pemasok utama kebutuhan komoditas pisang di seluruh area Daerah Istimewa Yogyakarta.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media