Pasang Speaker Canggih di 9 JPL, Ini Taktik Baru KAI Daop 6 Yogyakarta Tekan Angka Kecelakaan
Perangkat speaker pengeras suara otomatis yang dipasang PT KAI di tiang perlintasan sebidang untuk menyuarakan imbauan keselamatan kepada pengguna jalan.Foto:Wikipedia
jogja.fin.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menerapkan strategi baru berbasis teknologi untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang. Manajemen Daop 6 kini resmi memasang perangkat pengeras suara khusus (audio imbauan keselamatan) secara masif di sembilan titik Perlintasan Jalur Kereta Api (JPL) yang dinilai rawan dan padat kendaraan.
Pemasangan sistem audio otomatis ini dirancang untuk memberikan peringatan dini (early warning) bagi para pengendara jalan raya agar lebih mawas diri dan disiplin mematuhi rambu lalu lintas sebelum kereta api melintas.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan bahwa sembilan titik perlintasan yang kini telah dilengkapi fasilitas pengeras suara canggih tersebut meliputi JPL 736, 739, 3A, 352, 351, 320, 316, 350, dan 349.
"Fasilitas ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini kepada pengguna jalan agar tertib mematuhi rambu-rambu dan lebih waspada saat berada di perlintasan kereta api. Kami ingin membangun budaya keselamatan yang lebih kuat langsung di lokasi," kata Feni Novida Saragih dalam keterangannya di Yogyakarta, Selasa 19 Mei 2026.
Baca Juga
Penguatan SDM dan Pemantauan Rutin "Tilik Perlintasan"
Langkah preventif lewat teknologi suara ini juga diimbangi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lapangan. Hingga Triwulan I 2026, Daop 6 secara konsisten telah menyelenggarakan program pembinaan khusus bagi Petugas Penjaga Perlintasan (PJL) hingga memasuki angkatan ke-7.
Menariknya, program peningkatan kompetensi ini tidak hanya menyasar para petugas internal di bawah naungan KAI, melainkan juga melibatkan para petugas penjaga pos yang dikelola secara resmi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) di berbagai wilayah kerja.
Guna memastikan seluruh sistem pengeras suara dan personel di lapangan berfungsi optimal, jajaran manajemen tertinggi Daop 6 Yogyakarta juga mengagendakan inspeksi langsung setiap bulan melalui program "Tilik Perlintasan Sebidang". Langkah monitoring berkala ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan petugas terhadap standar operasional prosedur (SOP) saat menjaga pintu perlintasan.
Imbas Banyaknya Jalur Tikus dan Perlintasan Liar
Pemasangan teknologi pengeras suara serta pengawasan ketat ini dipicu oleh masih banyaknya titik perlintasan sebidang yang tidak berizin atau liar. Keberadaan jalur-jalur tikus yang dibuka secara swadaya oleh masyarakat seringkali menjadi titik buta (blind spot) yang memicu kecelakaan fatal karena tidak dilengkapi palang pintu dan penjaga resmi.
Baca Juga
- Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Dugaan Malpraktik Balita Tewas di RSUD Prambanan
- Niat Berburu Sunrise Usai Main Skateboard, Dua Pemuda Tewas di Embung Kaliaji Sleman
Sebagai langkah penegakan hukum dan keselamatan bersama, Deputy EVP Daop 6 Yogyakarta, Rahim Ramdhani, menyatakan bahwa pihaknya baru saja melakukan penutupan paksa terhadap dua perlintasan liar tambahan pada hari ini. Kedua titik tersebut berada di KM 3+1/2 (Solo Kota-Sukoharjo) dan KM 537+7 (Patukan-Rewulu).
"Penutupan ini untuk menjaga keselamatan kereta api dan pengendara yang melintas di perlintasan sebidang. Sepanjang tahun 2026 ini saja, kami sudah memblokir tujuh perlintasan liar di berbagai daerah seperti Wonogiri, Wates, Wojo, Sukoharjo, dan Yogyakarta," tegas Rahim.
Secara kumulatif sejak tahun 2023 hingga pertengahan Mei 2026, Daop 6 tercatat telah menyegel permanen sebanyak 41 perlintasan liar menggunakan barikade besi. Saat ini, otoritas perkeretaapian masih terus mengawasi 292 titik perlintasan sebidang yang tersebar di wilayahnya, dengan rincian 97 dijaga KAI, 32 dijaga Pemda, 23 dijaga pihak eksternal, 127 tidak dijaga, dan menyisakan 13 perlintasan liar yang masuk dalam daftar penertiban selanjutnya.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, mendengarkan peringatan dari pengeras suara resmi, dan sama sekali tidak membuka kembali jalur tikus yang telah ditutup demi keselamatan bersama.