Sport . 20/05/2026, 12:09 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id – Perjalanan panjang PSS Sleman di jagat sepak bola tanah air kini telah menginjak usia emas 50 tahun. Guna merayakan eksistensi klub yang berdiri sejak Kamis Kliwon, 20 Mei 1976 ini, manajemen menghadirkan konsep edukatif dengan menyulap Koridor Barat Stadion Maguwoharjo menjadi sebuah ruang pameran temporer bertajuk Mini Museum 50 Tahun PSS Sleman.
Pameran memorabilia ini merangkum seluruh keringat, air mata, kejayaan, hingga masa-masa sulit Laskar Sembada sejak dirintis oleh para Founding Fathers seperti Sudarsono KH, H. Suryo Saryono, Sugiyarto SY, Hartadi, dan Subardi. Ruang pameran ini menyuguhkan pesan mendalam lintas generasi bahwa setiap prestasi yang lahir hari ini merupakan buah dari perjuangan masa lalu yang tidak mudah.
"Mini museum merupakan bagian dari rangkaian perayaan 50 Tahun PSS Sleman. Sebagai pembuka rangkaian perayaan ulang tahun PSS Sleman, kami menghadirkan mini museum terlebih dahulu. Kegiatan ini berlangsung selama satu minggu (17-24 Mei 2026). Pada hari terakhir digelar festival musik sebagai acara puncak," tutur Project Leader Mini Museum 50 Tahun PSS, Alif Madani, di Stadion Maguwoharjo.
Begitu melangkah masuk ke dalam museum, pengunjung langsung disambut oleh Ruang Jersey yang ikonik. Di area ini, atmosfer kebanggaan terasa pekat berkat kehadiran empat arsip visual legenda lini serang PSS Sleman, yakni Muhammad Eksan, Marcelo Braga, Anang Hadi, dan Gustavo Tocantins.
Profil Muhammad Eksan, penyerang legendaris asal Wates, Kulon Progo, menjadi magnet tersendiri bagi suporter tua. Eksan mengukir tinta emas saat membawa Super Elang Jawa promosi ke Divisi Utama setelah menuntaskan kompetisi Divisi Satu musim 1999/2000 sekaligus menyabet gelar pencetak gol terbanyak.
“Penyerang asal Kulon Progo ini merupakan salah satu sosok penting yang sukses membawa PSS Sleman promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia era 2000. Pada musim tersebut, Eksan Gol berhasil meraih gelar top skor dengan torehan 13 gol dan membawa PSS Sleman menjadi runner-up Divisi I Liga Indonesia 1999/2000,” tulis narasi resmi dalam arsip visual tersebut.
Tak kalah mentereng, rekam jejak Marcelo Braga turut dipamerkan. Penyerang tajam asal Brasil ini mencatatkan efektivitas mengerikan di kotak penalti lawan meski hanya berkostum PSS selama dua musim.
“Meski hanya membela PSS selama 2 musim, ia mampu mencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah klub dengan torehan 36 gol. Marcelo, Marceloo, Marcelo memang jago,” bunyi kutipan ikonik suporter yang melengkapi foto sang pemain.
Sisi loyalitas tanpa batas diwakili oleh sosok Anang Hadi, jenderal lapangan tengah yang memilih bertahan menjaga panji Super Elang Jawa saat klub dihantam krisis finansial hebat. Komitmennya dirangkum lewat kalimat magis, “Aku masih di sini, dan tetap di sini, bersama PSS.”
Sementara itu, estafet nomor punggung 11 milik Eksan kini diteruskan secara sempurna oleh Gustavo Tocantins. Striker asing ini sukses membayar kegagalan masa lalunya dengan performa impresif pada musim terbaru.
“Bergabung sejak tahun 2004, di tahun pertamanya Tocantins tidak mampu menyelamatkan PSS dari jurang degradasi. Capaian buruk tersebut Ia tebus di musim berikutnya. Tocantins berhasil membawa PSS Sleman kembali promosi ke kasta tertinggi dan menyabet penghargaan pemain terbaik Pegadaian Championship 2025/2026,” tulis panel penutup yang mempertegas dedikasi sang pemain. Dari kaki legiun asing ini, asa suporter Sleman kembali ditumbuhkan.
Setelah puas bernostalgia dengan jersi-jersi bersejarah, langkah pengunjung akan tertuju pada seksi kedua yang memamerkan deretan trofi orisinal PSS Sleman. Ruang ini memajang piala promosi Divisi Utama 1999 hingga trofi prestisius juara Liga 2 2018 yang sempat mengembalikan marwah PSS di kasta tertinggi nasional.
“Kalau yang terakhir kemarin kan kita juga runner-up. Jadi situasinya kurang lebih sebenarnya sama, promosi tapi posisinya runner-up. Kalau yang 1999 masih ada trofinya, kalau yang kemarin enggak ada trofinya, tapi tetap promosi,” ungkap Alif Madani menjelaskan histori di balik lemari kaca tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media