PENCARI KERJA MERAPAT! Pemkab Sleman Gelar JOB FAIR Gandeng 20 Perusahaan di SCH
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat meninjau stan pameran produk lokal dalam pembukaan Job Fair dan Expo UMKM di Sleman City Hall.Foto:HumasSleman
jogja.fin.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghadirkan peluang emas bagi para pencari kerja lokal melalui gelaran "Job Fair" dan "Expo UMKM" 2026. Agenda strategis yang berlangsung di Sleman City Hall (SCH) ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman sekaligus motor penggerak ekonomi daerah untuk menekan angka pengangguran.
Otoritas daerah menargetkan bursa kerja ini mampu menyerap sedikitnya 750 tenaga kerja (naker) baru untuk mengisi berbagai sektor industri produktif.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, membuka secara resmi kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari penuh, yakni pada Rabu dan Kamis, 20-21 Mei 2026.
Pemkab Sleman mendesain acara ini sebagai jembatan yang mempertemukan langsung para pencari kerja (job seekers) dengan korporasi penyedia lapangan usaha tanpa perantara. Skema tatap muka langsung ini dinilai jauh lebih efektif meningkatkan peluang kelulusan berkas dan wawancara awal.
Baca Juga
"Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, para pencari kerja juga harus mampu beradaptasi, bahkan bisa menciptakan lapangan kerja sendiri secara mandiri," tutur Danang Maharsa saat memberikan arahan di Sleman City Hall.
Danang menegaskan bahwa penyediaan lapangan kerja tidak bisa hanya bertumpu pada pundak pemerintah semata. Masalah ketenagakerjaan merupakan tanggung jawab kolektif yang menuntut komitmen kuat serta sinergi nyata dari pihak pengusaha, akademisi, hingga instansi birokrasi terkait. Langkah bersama ini menjadi krusial mengingat kurva jumlah masyarakat masuk usia kerja di Bumi Sembada terus merangkak naik setiap tahunnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani, menjelaskan bahwa kesuksesan Job Fair dan Expo UMKM kali ini lahir dari kolaborasi lintas instansi. Disnaker Sleman bergerak bersama Kelompok Kerja (Pokja) 3 Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Sleman dan Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPC HIPPI) Kabupaten Sleman.
Sinergitas ini sengaja dibangun guna mempercepat keterserapan lulusan sekolah vokasi agar bisa langsung terserap ke dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
"Targetnya 3.000 pengunjung dan 750 penempatan kerja baru ke berbagai sektor industri," kata Epiphana menjabarkan indikator capaian utama pameran.
Kolaborasi Puluhan Perusahaan dan Panggung Produk Lokal
Baca Juga
- HEBAT! Cuma Level Fakultas, FKG UGM Sukses Sabet Peringkat 1 Inovasi Dunia
- WASPADA Oplosan Minyak Babi! BRIN Gunakan AI untuk Deteksi Minyak Zaitun Palsu
Ajang yang terbuka untuk umum ini melibatkan partisipasi aktif dari 20 perusahaan penyedia kerja skala lokal maupun nasional. Selain bursa kerja, area pameran juga dimeriahkan oleh kehadiran 13 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bawah naungan Pokja 3 MKKS yang menampilkan inovasi karya siswa, serta 10 UMKM unggulan terpilih dari wilayah Kabupaten Sleman.
Kehadiran para pelaku usaha mikro ini sengaja disandingkan untuk memberikan alternatif wirausaha mandiri bagi pengunjung. Pemkab Sleman berharap perputaran ekonomi selama pameran dapat sekaligus mendongkrak omzet produk lokal serta memperluas jejaring kemitraan antar-pengusaha ritel di Sleman. Bagi masyarakat yang ingin melamar kerja, diimbau untuk menyiapkan berkas digital maupun fisik terbaiknya guna langsung diserahkan di lokasi stan perusahaan penempatan.