Minggu, 07 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Awasi Ribuan Titik Pemotongan, Dinas Pertanian Sleman Terjunkan Ratusan Petugas Gabungan

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
21/05/2026, 21:32 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Awasi Ribuan Titik Pemotongan, Dinas Pertanian Sleman Terjunkan Ratusan Petugas Gabungan

Ilustrasi tempat pemotongan hewan kurban di Sleman.Foto:ANT

jogja.fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan pengawasan proses penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 2026 bakal berjalan super ketat. Guna menjamin kualitas daging yang didistribusikan kepada masyarakat, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman mengerahkan ratusan personel gabungan untuk menyisir ribuan titik pemotongan di seluruh wilayah bumi sembada.

Pemantauan dengan menerjunkan personel ini dilakukan menyusul masifnya aktivitas penyembelihan yang dilakukan oleh warga secara mandiri di masjid, mushola, maupun lapangan terbuka. Keterbatasan pengetahuan sebagian takmir terkait kebersihan dan sanitasi pemotongan menjadi alasan utama pemda hadir memberikan pengawalan melekat.

Berkaca pada data riil tahun 2025 lalu, jumlah lokasi pemotongan di Sleman menembus angka 2.402 titik dengan volume penyembelihan mencapai lebih dari 27.000 ekor ternak. Mengantisipasi grafik lokasi yang diprediksi terus meluas tahun ini, pemda merombak total formasi tim pengawas di lapangan.

Formasi Pasukan Gabungan dan Mahasiswa FKH

Advertisement

Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah merampungkan pendataan personel sejak awal Mei 2026. Total pasukan yang siap diterjunkan ke lapangan mencapai 262 orang petugas terlatih.

"Formasi tim pemantau tahun ini terdiri atas 152 orang pegawai berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan didukung oleh 110 personel non-ASN dari berbagai lini teknis. Kami juga memperkuat barisan dengan menjalin kolaborasi strategis bersama dokter hewan praktisi, kader pengawas lokal, serta puluhan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan secara mandiri," ungkap Rofiq Andriyanto saat memberikan keterangan resmi di Dinas Peternakan Sleman, Rabu 21 Mei 2026.

Keterlibatan aktif unsur mahasiswa kedokteran hewan dan dokter praktik ini untuk mempercepat proses penapisan post-mortem (pemeriksaan setelah penyembelihan). Keberadaan para ahli medis di lapangan memastikan organ dalam hewan yang mengandung parasit berbahaya bisa langsung disingkirkan sebelum dibagikan ke warga.

Skema Operasional dan Jadwal Pemantauan di Lapangan

Rangkaian kerja pengawasan ini telah bergulir melalui sosialisasi intensif yang digelar oleh jajaran Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di 17 lokasi kapanewon se-Kabupaten Sleman. Setelah pembekalan matang, seluruh petugas akan mengantongi surat tugas resmi dan mulai bergerak aktif menyisir pasar-pasar tiban untuk menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Puncak operasional pengawasan melekat di lapangan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, tepatnya pada tanggal 10, 11, dan 12 Zulhijah yang bertepatan dengan tanggal 27, 28, dan 29 Mei 2026. Fokus utama pemantauan meliputi pemeriksaan kelayakan sarana pemotongan, higienitas kru penjagal, hingga kebersihan tempat penampungan daging sementara.

Baca Juga

Seluruh data temuan medis maupun pelanggaran administrasi yang dikumpulkan oleh ratusan petugas selama tiga hari tersebut akan langsung diintegrasikan ke dalam sistem basis data dinas. Laporan komprehensif ini nantinya menjadi rujukan utama Pemkab Sleman untuk mengevaluasi peta kesehatan ternak lokal pasca-lebaran kurban.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja