Sabtu, 06 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Muhammadiyah DIY Siapkan 1.412 Lokasi Salat Idul Adha 2026, Terbanyak di Gunungkidul

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
26/05/2026, 23:46 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Muhammadiyah DIY Siapkan 1.412 Lokasi Salat Idul Adha 2026, Terbanyak di Gunungkidul

Ilustrasi jamaah melaksanakan Shalat Idul Adha di salah satu lapangan wilayah DIY yang disiapkan Muhammadiyah.

jogja.fin.co.id - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan sebanyak 1.412 titik pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah yang tersebar di lima kabupaten dan kota di DIY.

Pelaksanaan ibadah Hari Raya Kurban tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026 atau bertepatan dengan 10 Zulhijah 1447 Hijriah, sesuai ketetapan Muhammadiyah.

Ketua PWM DIY, Ikhwan Ahada, mengatakan penetapan waktu pelaksanaan merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait Hari Raya Idul Adha 1447 H yang berlaku bagi seluruh warga persyarikatan di Indonesia.

“Pelaksanaan Salat Idul Adha dilaksanakan pada Rabu, 27 Mei 2026 atau 10 Zulhijah 1447 Hijriah,” ujar Ikhwan di Yogyakarta, Selasa 26 Mei 2026.

Advertisement

PWM DIY menyebut ribuan lokasi pelaksanaan telah disiapkan bersama jajaran organisasi Muhammadiyah di tingkat daerah hingga ranting.

Persiapan dilakukan melalui koordinasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), hingga Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di berbagai wilayah DIY.

Berdasarkan data PWM DIY, persebaran lokasi Salat Idul Adha meliputi:

Kabupaten Bantul: 294 lokasi

Kabupaten Gunungkidul: 382 lokasi

Kota Yogyakarta: 244 lokasi

Baca Juga

Kabupaten Kulon Progo: 189 lokasi

Kabupaten Sleman: 303 lokasi

Dari jumlah tersebut, Gunungkidul tercatat menjadi wilayah dengan titik pelaksanaan terbanyak, sementara Kulon Progo menjadi daerah dengan jumlah lokasi paling sedikit.

Advertisement

Idul Adha Jadi Momentum Perkuat Kebersamaan

Menurut Ikhwan, Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan spiritual masyarakat.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja