Api Misterius Terus Muncul di Rumah Sleman, Penghuni Diminta Mengungsi: BPBD Kini Gandeng ITB
Petugas BPBD dan aparat mengecek lokasi rumah warga di Seyegan Sleman yang mengalami kebakaran berulang diduga akibat gas metana.Foto:IG
jogja.fin.co.id - Fenomena kebakaran berulang di sebuah rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, masih menyisakan tanda tanya besar. Meski septic tank telah dikuras dan salurannya diganti, titik api dilaporkan tetap muncul secara acak di berbagai sudut rumah.
Peristiwa yang dialami rumah milik Mutfiana itu kini menarik perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman. Tidak berhenti pada dugaan awal kebocoran gas metana, BPBD mulai menggandeng akademisi dari sejumlah perguruan tinggi guna mengungkap penyebab kebakaran secara ilmiah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan pihaknya telah membuka komunikasi dengan sejumlah kampus, mulai dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), hingga UPN Veteran Yogyakarta.
“Yang sudah merespons baru ITB. Untuk UGM dan UPN sampai sekarang Pusdalops kami masih menunggu jawaban,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Jumat 29 Mei 2026.
Baca Juga
Septic Tank Sudah Diperbaiki, Api Tetap Bermunculan
Keterlibatan akademisi dinilai penting karena hasil pemeriksaan sementara belum mampu menjawab seluruh kejanggalan yang terjadi di rumah tersebut.
Sebelumnya, Tim Gegana Polda DIY menduga kebakaran dipicu kebocoran gas metana dari septic tank dengan sistem pembuangan gas yang tidak sesuai standar. Kondisi itu diduga menyebabkan gas masuk ke area rumah dan memicu percikan api.
Namun, kondisi terbaru justru memunculkan pertanyaan baru. Septic tank yang diduga menjadi sumber masalah telah dibersihkan, dikuras, bahkan saluran pembuangannya sudah diganti. Anehnya, api masih muncul tanpa pola yang jelas.
“Salurannya sudah diganti, septic tank juga sudah dibersihkan. Tapi api masih muncul di tempat yang tidak tentu. Kadang di tembok, kamar, ruang tamu. Bahkan pernah sampai membakar akuarium,” kata Bambang.
Menurutnya, kajian ilmiah dari kalangan akademisi diperlukan agar penyebab kejadian dapat dipastikan secara objektif.
Baca Juga
- Cegah Fenomena 'Nuthuk' Harga di Musim Liburan, Sleman Wajibkan Transparansi Tarif Sektor Wisata
- Beda Analisis UPN-UGM Soal Kebakaran Seyegan: Antara Gas Organik Purba dan Limbah Potong Ayam
“Kalau bicara pentahelix, akademisi punya keahlian khusus untuk membantu menjelaskan fenomena seperti ini,” ujarnya.
BPBD Imbau Penghuni Rumah Mengungsi Sementara
Sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut, BPBD Sleman mengimbau penghuni rumah untuk mengungsi sementara demi alasan keselamatan. Petugas khawatir titik api yang muncul mendadak dapat memicu kebakaran lebih besar apabila tidak segera tertangani.
BPBD juga telah menyalurkan bantuan darurat berupa logistik pangan, matras, hingga selimut untuk kebutuhan sementara keluarga terdampak.
“Kami menyarankan penghuni mengungsi dulu sambil tetap berjaga. Bantuan logistik juga sudah kami salurkan secukupnya,” kata Bambang.