Minggu, 07 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

MISTERI KEMATIAN Satu Keluarga di Tenda Glamping Temanggung, Inafis dan DVI Selidiki Dua Dugaan Ini

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
29/05/2026, 10:37 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
MISTERI KEMATIAN Satu Keluarga di Tenda Glamping Temanggung, Inafis dan DVI Selidiki Dua Dugaan Ini

Ilustrasi tenda glamping Satafri Wisata Posong, Temanggung, Jawa Tengah, lokasi kematian satu keluarga.Foto:IG

jogja.fin.co.id - Tim penyidik kepolisian mulai mendapatkan titik terang guna menguak tabir kematian misterius satu keluarga asal Ambarawa di kawasan wisata alam Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Temanggung kini menggandeng Tim Inafis serta tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah untuk melakukan investigasi saintifik secara mendalam.

Aparat penegak hukum memfokuskan penyelidikan pada dua dugaan kuat yang menjadi pemicu utama tewasnya keempat korban di dalam tenda Glamping Safari Nomor 3. Petugas menduga para korban mengalami keracunan fatal, baik dari kontaminasi hidangan yang mereka konsumsi maupun akibat paparan gas beracun dari sisa pembakaran arang barbeku (barbecue).

Kasatreskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengonfirmasi bahwa tim gabungan telah merampungkan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) serta autopsi awal terhadap jasad para korban di rumah sakit.

“Dari hasil autopsi sementara terdapat dua kemungkinan yang sedang kami dalami, yaitu terkait makanan yang dikonsumsi korban dan kemungkinan dari gas atau asap hasil memasak barbeque,” terang Iptu I Komang Mahendra Deputra saat memberikan pembaruan informasi hukum, Kamis 28 Mei 2026.

Advertisement

Polisi Amankan Sisa Makanan dan Tunggu Hasil Labfor

Meski indikasi penyebab kematian sudah mulai mengerucut, pihak Polres Temanggung menolak untuk terburu-buru mengambil kesimpulan final. Iptu I Komang menegaskan bahwa kepastian hukum dan medis atas kasus ini sepenuhnya bersandar pada uji spesimen ilmiah yang sedang berjalan.

“Untuk memastikan penyebab kematian, kami masih menunggu hasil Labfor Polda Jawa Tengah,” jelas Iptu I Komang secara tegas.

Guna mempercepat proses pengungkapan, personel Satreskrim mengamankan seluruh benda yang berada di dalam area perkemahan tertutup tersebut. Barang bukti yang masuk ke meja laboratorium mencakup sisa makanan terakhir milik korban, perangkat alat memasak portabel, arang, hingga tabung gas.

Pemeriksaan laboratorium forensik ini bertujuan mendeteksi keberadaan zat kimia berbahaya atau akumulasi karbon monoksida (CO) yang melebihi ambang batas aman di dalam ruangan.

Kronologi Penemuan Jasad Satu Keluarga yang Kaku

Baca Juga

Peristiwa tragis ini menimpa pasangan suami istri Muhamad Ali Munawar (52) dan Maghfirah (43), bersama dua anak laki-laki mereka, Bagas Amar Hakiki (21) mahasiswa UGM sekaligus fotografer tim inti Keraton Yogyakarta dan Alvino Evan Hakim (17). Rombongan keluarga ini tiba di lereng Gunung Sindoro pada Selasa malam, 26 Mei 2026, sekitar pukul 22.00 WIB untuk berlibur.

Misteri mulai terkuak pada Rabu sore 27 Mei 2026 saat pihak manajemen wisata hendak membersihkan tenda pasca-habisnya masa sewa. Upaya berulang kali dari pengelola untuk mengetuk pintu dan menghubungi nomor telepon seluler korban tidak membuahkan hasil. Petugas akhirnya membuka paksa kain penutup tenda sekitar pukul 15.00 WIB.

“Ketika pintu dibuka, seluruh korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan tubuhnya telah kaku,” urai Iptu I Komang mengenang momen evakuasi tersebut.

Advertisement

Pihak kepolisian mengimbau publik serta netizen di media sosial untuk tidak menyebarkan spekulasi liar atau teori konspirasi yang belum teruji kebenarannya terkait insiden di glamping Temanggung ini.

Polres Temanggung berjanji akan membuka hasil investigasi forensik secara transparan kepada publik begitu laporan resmi dari Labfor Polda Jateng terbit.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja