Minggu, 07 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

TRAGEDI Glamping Posong: Fotografer Inti Keraton Yogyakarta Tewas Bersama Keluarga

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
29/05/2026, 10:50 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
TRAGEDI Glamping Posong: Fotografer Inti Keraton Yogyakarta Tewas Bersama Keluarga

Ratusan pelayat memadati rumah duka satu keluarga yang meninggal di dalam tenda glamping Posong Temanggung, bertempat di Banyubiru Semarang.Foto:Disway

jogja.fin.co.id - Dunia dokumentasi budaya Jawa dan civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) diselimuti awan duka yang mendalam. Bagas Amar Hakiki (21), seorang mahasiswa aktif program studi Sastra Prancis UGM yang memegang peran sebagai fotografer tim inti Keraton Yogyakarta, ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah tenda glamping di kawasan wisata Posong, Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Tragedi yang terjadi pada Rabu, 27 Mei 2026 tersebut tidak hanya merenggut nyawa Bagas. Pemuda berbakat itu ditemukan meninggal dunia bersama tiga anggota keluarga intinya, yakni sang ayah Muhamad Ali Munawar (52), ibunya Maghfirah (43), dan adik kandungnya yang masih berstatus pelajar SMA di Semarang, Alvino Evan Hakim (16).

Satu keluarga asal Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang ini sebelumnya berniat menghabiskan waktu libur panjang bersama di destinasi wisata alam tersebut sejak Selasa malam, 26 Mei 2026.

Jejak Dedikasi Fotografer Muda di Lingkar Dalam Istana

Advertisement

Kepergian Bagas meninggalkan kesedihan mendalam bagi institusi Keraton Yogyakarta. Manajemen Kawedanan Tandha Yekti—divisi yang bertanggung jawab atas publikasi dan dokumentasi resmi istana, mengakui talenta luar biasa yang dimiliki oleh sang mahasiswa UGM tersebut.

Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW Kartiutami Guritno, menjelaskan bahwa almarhum memiliki rekam jejak yang sangat cemerlang. Kerja keras Bagas bermula ketika dirinya mendaftarkan diri dalam program magang resmi keraton pada kurikulum tahun 2024 silam.

“Bagas ini awalnya peserta magang di Kawedanan Tandha Yekti tahun 2024. Setelah melihat kemampuan fotografinya, seusai magang ia menjadi bagian dari tim dokumentasi kami,” kenang Kartiutami saat memberikan keterangan pers pada Kamis, 28 Mei 2026.

Kartiutami menegaskan bahwa posisi Bagas di dalam struktur publikasi istana tergolong sangat vital bagi anak muda seusianya. Karakter visual dan ketajaman bidikan kameranya membuat pihak keraton memberikan kepercayaan besar kepada almarhum untuk mengawal estetika budaya Yogyakarta.

“Statusnya fotografer lepas, tetapi masuk dalam tim inti dokumentasi. Kami sangat kehilangan. Bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tetapi juga rekan dan sahabat baik,” tambah Kartiutami dengan nada emosional.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi almarhum, sejumlah perwakilan resmi dari Keraton Yogyakarta melayat langsung ke rumah duka di RT 04 RW 08 Dusun Kebondowo, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Baca Juga

Kronologi Penemuan dan Dugaan Medis Kepolisian

Petaka ini pertama kali terendus oleh staf operasional wisata glamping Posong pada Rabu sore. Korban sekeluarga tiba dan melakukan proses check-in di area perkemahan mewah tersebut sekitar pukul 21.30 WIB dalam kondisi cuaca dingin pegunungan.

Kecurigaan pengelola tempat wisata muncul ketika petugas mengantarkan menu sarapan pagi dan mengingatkan jadwal batas waktu keluar (check-out) pada keesokan harinya, namun sama sekali tidak mendapatkan respons dari dalam tenda yang tertutup rapat. Petugas kebersihan akhirnya membuka paksa pintu tenda pada pukul 15.45 WIB dan menemukan keempat tubuh korban sudah terbujur kaku.

Advertisement

Aparat Kepolisian Resor (Polres) Temanggung langsung menerjunkan tim identifikasi ke lokasi kejadian perkara. Berdasarkan olah TKP awal, pihak kepolisian menduga kuat para korban mengalami keracunan gas fatal.

Agen pemicu racun tersebut diduga berasal dari sisa kepulan asap aktivitas memasak barbeku (barbecue) menggunakan arang di dalam ruang tenda yang tidak memiliki sirkulasi udara luar.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja