Kamis, 04 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Harga BBM Pertamina di DIY Per 1 Juni 2026: Pertamax Turbo Naik, Varian Dex Turun Banyak

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
01/06/2026, 08:18 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Harga BBM Pertamina di DIY Per 1 Juni 2026: Pertamax Turbo Naik, Varian Dex Turun Banyak

Petugas SPBU Pertamina sedang melayani pengisian bahan bakar minyak kendaraan roda empat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.Foto:IG@pertamina

jogja.fin.co.id - Para pemilik kendaraan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta harus mencermati papan pengumuman tarif di SPBU mulai awal pekan ini. Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian berkala terhadap harga bahan bakar minyak nonsubsidi yang berlaku efektif per Senin, 1 Juni 2026.

Pergeseran angka pada corong pengisian kali ini membawa kabar beragam bagi konsumen di Jogja, Sleman, Bantul, Kulon Progo, hingga Gunungkidul. Golongan pengendara yang mengonsumsi BBM bensin kelas atas harus merogoh kocek lebih dalam, sedangkan para pengguna mesin diesel justru mendapatkan angin segar berupa pemotongan harga yang cukup signifikan.

Kenaikan paling mencolok menimpa jenis bensin nonsubsidi tertinggi, yakni Pertamax Turbo. Konsumen di seluruh wilayah DIY kini harus menebus bahan bakar dengan oktan tinggi ini seharga Rp20.750 per liter, naik dari harga sebelumnya yang tertahan di angka Rp19.900 per liter.

Penurunan Drastis untuk Sektor Mesin Diesel di Yogyakarta

Advertisement

Situasi sebaliknya justru menguntungkan para pemilik mobil bermesin diesel di bumi Mataram. Komoditas Dexlite mengalami pemangkasan nominal sebesar Rp3.000 per liter. Pengelola SPBU di wilayah DIY sekarang menjual Dexlite seharga Rp23.000 per liter, dari yang sebelumnya terpatok pada angka Rp26.000 per liter.

Langkah penurunan ini juga diikuti oleh varian tertinggi diesel, yaitu Pertamina Dex. Produk ini mencatatkan penurunan paling tajam, yaitu merosot sebesar Rp3.100 per liter. Konsumen lokal yang sebelumnya membayar Rp27.900 kini cukup mengeluarkan dana sebesar Rp24.800 per liter di seluruh jaringan pengisian resmi wilayah DIY.

Bagi sebagian besar masyarakat yang mengandalkan bahan bakar penunjang mobilitas harian, pos pengeluaran dipastikan tetap aman. Pertamina memilih untuk tidak mengubah skema tarif pada komoditas yang paling banyak terserap pasar.

Jenis bensin bersubsidi Pertalite tetap bertahan pada angka Rp10.000 per liter, dan Solar subsidi ajek di posisi Rp6.800 per liter. Golongan bensin nonsubsidi menengah seperti Pertamax juga tidak mengalami pergeseran harga dan tetap dijual Rp12.300 per liter, disusul oleh Pertamax Green yang kokoh di angka Rp12.900 per liter untuk area Jogja dan sekitarnya.

Peta Perbandingan Harga BBM Pertamina di Seluruh Wilayah Indonesia

Meski DIY dan sejumlah provinsi di Pulau Jawa menikmati tarif terendah untuk beberapa jenis BBM nonsubsidi, Pertamina menerapkan angka yang bervariasi untuk koridor wilayah lainnya karena pengaruh faktor biaya distribusi laut dan pajak daerah. Namun, tren kenaikan Pertamax Turbo serta kejatuhan harga Dexlite serta Pertamina Dex berlangsung serentak secara nasional.

Berikut merupakan rincian nominal tebusan komoditas BBM Pertamina di berbagai wilayah luar Pulau Jawa per 1 Juni 2026:

Wilayah Sumatra dan Kalimantan

Advertisement

Kawasan Aceh, Sumatra Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Lampung, NTT, seluruh provinsi di Kalimantan (kecuali Kalsel dan Kaltara), serta seluruh provinsi di Sulawesi mematok harga Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.600, Pertamax Turbo Rp21.200, Dexlite Rp23.550, Pertamina Dex Rp25.350, dan Solar subsidi Rp6.800 per liter.

Selanjutnya, untuk wilayah Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara menerapkan struktur harga yang sedikit lebih tinggi. Konsumen di area tersebut harus menebus Pertalite seharga Rp10.000, Pertamax Rp12.900, Pertamax Turbo Rp21.650, Dexlite Rp24.000, Pertamina Dex Rp25.900, dan Solar subsidi Rp6.800 per liter.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja