Kamis, 04 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Target Rampung 20 Juni, Proyek Prioritas Presiden di Kulon Progo Dipaksa Lembur 3 Shift

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
01/06/2026, 20:20 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Target Rampung 20 Juni, Proyek Prioritas Presiden di Kulon Progo Dipaksa Lembur 3 Shift

Ratusan pekerja bangunan saat mengebut proyek arsitektural dan landscape Sekolah Rakyat program prioritas presiden di Gulurejo Kulon Progo.Foto:ANT

jogja.fin.co.id - Pelaksana proyek infrastruktur pendidikan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terpaksa memacu ritme kerja ke titik tertinggi. Mereka harus berkejaran dengan waktu demi merampungkan pembangunan gedung dan seluruh fasilitas pendukung Sekolah Rakyat di Gulurejo agar selesai tepat waktu sesuai batas akhir pada 20 Juni 2026.

Ketua Tim Teknis Pembangunan Sekolah Rakyat DIY, Sri Wahyudi, menjelaskan bahwa kerangka utama bangunan kini hampir sepenuhnya berdiri kokoh. Pihak manajemen lapangan saat ini mengalihkan fokus utama pengerjaan pada detail arsitektur serta penyempurnaan fasilitas penunjang lainnya.

"Hari ini kita sudah mencapai di 71,9 persen dengan progres struktur bawah sudah 100 persen dan struktur atas atap sudah 95 persen. Selebihnya, kita mengebut di bagian arsitektural, Mechanical Electrical Plumbing (MEP), serta landscape," kata Sri Wahyudi saat meninjau lokasi proyek di Kulon Progo, Minggu, 31 Mei 2026.

Wahyudi menegaskan komitmen penuh instansinya untuk menuntaskan proyek yang masuk dalam lingkaran program prioritas presiden tersebut. Demi memenuhi target, manajemen memberlakukan sistem kerja rodi modern tanpa henti selama hampir 24 jam penuh yang terbagi ke dalam tiga giliran kerja (shift), terutama untuk tenaga arsitektur dan MEP.

Advertisement

"Kita akan usahakan sesuai target karena memang ini sudah menjadi program prioritas presiden. Kita kebut mulai dari penambahan tenaga kerja, hingga sistem shift yang kita buat menjadi tiga shift. Jadi hampir 24 jam kita kerja untuk mengejar target 20 Juni. Kita sangat optimis," ujar Wahyudi.

Mobilisasi Massal Ribuan Kuli Bangunan

Akselerasi tingkat tinggi ini menuntut konsekuensi berupa penambahan kekuatan otot di lapangan secara besar-besaran. Data per Jumat, 29 Mei 2026, mencatat sebanyak 1.206 pekerja di luar jajaran manajemen telah diterjunkan ke area proyek. Angka ini melonjak tajam dari periode sebelumnya yang hanya mengandalkan kisaran 900-an tenaga kerja.

Arus penambahan tenaga kasar ini mengalir secara bertahap pasca-libur Lebaran dengan memasukkan lebih dari 200 orang baru. Manajemen memproyeksikan angka ini masih akan terus merangkak naik sesuai dengan eskalasi kebutuhan riil di area konstruksi.

Pihak penyelenggara proyek juga berupaya memberdayakan potensi ekonomi kewilayahan dengan menyerap tenaga kerja lokal. Tercatat sebanyak 222 pekerja merupakan warga asli kabupaten Kulon Progo, sedangkan sisanya merupakan tenaga ahli yang didatangkan dari luar daerah guna memenuhi spesifikasi kompetensi khusus.

Berebut Tenaga Kerja di Tengah Deru Proyek Serentak

Sistem kerja spartan ini bukan tanpa hambatan. Tim Teknis Pembangunan Sekolah Rakyat DIY mengakui sempat keteteran menghadapi ketatnya persaingan suplai tenaga kerja di pasaran. Kondisi ini terjadi akibat banyaknya proyek infrastruktur berskala besar yang berjalan secara serentak di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya sepanjang tahun anggaran berjalan.

Kendati sempat kesulitan mencari tukang dan kuli bangunan, manajemen optimis kompleksitas masalah tersebut sudah teratasi dengan pola rekrutmen kemitraan yang agresif. Mereka meyakini fasilitas pendidikan modern ini siap beroperasi tepat waktu guna mendukung program pemerataan kualitas sekolah dasar di daerah.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja