Geger Balita Tiga Tahun Dilakban di Kontrakan Bantul, Ibu Kandung Diciduk Polisi
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan perihal penangkapan interogatif terhadap ibu kandung yang melakban anaknya.Foto:IST
jogja.fin.co.id – Aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan seorang ibu muda berinisial TKS (25) di kawasan Kedaton, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul. Perempuan tersebut kedapatan melakukan aksi keji dengan mengikat kedua kaki, tangan, serta menyumpat mulut anak kandungnya sendiri menggunakan lakban bening sebelum pergi meninggalkan lokasi kejadian.
Penangkapan pelaku berlangsung setelah warga sekitar melaporkan adanya temuan balita laki-laki berusia tiga tahun yang menangis histeris di dalam kamar kontrakan terkunci. Polisi yang datang ke lokasi langsung menggelandang wanita berhijab tersebut masuk ke dalam mobil patroli guna menjalani pemeriksaan intensif.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan perihal penangkapan interogatif terhadap ibu kandung korban tersebut. Pihak kepolisian saat ini masih mendalami motif utama yang mendasari tindakan penyekapan sadis terhadap darah dagingnya sendiri.
"Iya, tadi yang bersangkutan atau ibu kandungnya sudah diamankan ke Polsek Pleret," kata Iptu Rita Hidayanto saat memberikan konfirmasi pada Rabu, 3 Juni 2026.
Tangisan Misterius di Kamar Terkunci
Kisah memilukan ini bermula ketika salah seorang tetangga kontrakan melihat TKS pergi tergesa-gesa mengendarai sepeda motor pada Senin, 1 Juni 2026 sore. Kecurigaan warga mulai muncul selepas waktu magrib lantaran terdengar suara tangisan bocah yang sayup-sayup dan tertahan dari dalam rumah kontrakan pelaku.
Kondisi rumah yang gelap gulita serta pintu terkunci rapat membuat penghuni kontrakan lain merasa janggal. Mengingat ayah dari balita tersebut sedang merantau bekerja ke Jakarta, warga kemudian berinisiatif menghubungi anak pemilik kontrakan bernama Mamat untuk mengecek situasi internal rumah.
Merasa ada hal yang tidak beres setelah ketukan pintunya tidak mendapat respons, Mamat bersama beberapa pemuda setempat memutuskan mengambil tindakan ekstrem. Mereka membongkar paksa akses masuk rumah menggunakan alat seadanya demi menyelamatkan nyawa anak di dalam kamar.
"Lalu saya ketuk pintunya tidak ada yang membuka. Karena curiga, saya lalu ambil linggis dan mencongkel jendela kontrakannya," ujar Mamat menceritakan detik-detik evakuasi korban.
Ditemukan Nyaris Lemas di Pojok Kamar
Setelah berhasil merusak teralis jendela, seorang warga merayap masuk ke dalam ruangan. Di dalam kegelapan kamar, warga terkejut melihat kondisi korban yang hanya mengenakan baju atasan dan popok sekali pakai dalam posisi meringkuk di pojokan lantai. Kedua tangan dan kakinya terlilit lakban tebal.
Mulut balita malang itu juga tertutup lakban rapat, namun beruntung ada sedikit celah robekan kecil sehingga korban masih bisa menghirup oksigen dan mengeluarkan suara tangisan lirih.
Kekejaman pelaku bertambah karena sengaja mengarahkan embusan angin dari mesin pendingin ruangan (AC) dan kipas angin yang menyala langsung ke tubuh telanjang sang anak.
Warga segera menggendong korban keluar dari jendela dan memotong seluruh lilitan lakban yang menempel ketat di kulit bocah tersebut. Setelah memastikan kondisi kesehatan sang balita berangsur membaik dan aman di rumah pemilik kontrakan, pengurus RT setempat langsung melaporkan kejadian dugaan penganiayaan ini ke Mapolsek Pleret untuk penanganan hukum lebih lanjut.