Kamis, 04 Juni 2026
--°C --
-- · --
Edukasi

HEBAT! Cuma Level Fakultas, FKG UGM Sukses Sabet Peringkat 1 Inovasi Dunia

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
03/06/2026, 09:37 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
HEBAT! Cuma Level Fakultas, FKG UGM Sukses Sabet Peringkat 1 Inovasi Dunia

Dekan FKG UGM Prof Suryono menjelaskan produk inovasi kedokteran gigi berbasis sutra lokal dan pasta gigi Propasdent yang raih penghargaan dunia.Foto:FKG

jogja.fin.co.id – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) kembali menorehkan pencapaian luar biasa di panggung internasional. Melalui ajang World University Rankings for Innovation (WURI) 2026, fakultas asal Yogyakarta ini sukses mengamankan posisi terhormat di tingkat global.

Kompetisi tahun ini berlangsung sangat ketat. FKG UGM harus bersaing dengan 13.211 program inovasi yang diajukan oleh 1.927 universitas dari 96 negara di seluruh dunia. Hasilnya, FKG UGM berhasil masuk dalam jajaran top 100 dunia untuk delapan kategori penghargaan sekaligus.

Lebih membanggakan lagi, dua inovasi andalan mereka sukses menduduki peringkat pertama dunia. Penghargaan tertinggi tersebut diraih dalam kategori Representative Research Project untuk inovasi Dental Silkbon, serta kategori Financial Impact-Driven Technology Transfer untuk produk Propasdent.

Dekan FKG UGM, Prof. Dr. drg. Suryono, S.H., M.Kes., tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas konsistensi performa tim periset kampus. Kemenangan besar ini merupakan buah dari komitmen dan kerja keras yang telah dirintis selama beberapa tahun ke belakang.

Advertisement

“Saya merasa sangat senang dan bangga terhadap tim yang telah bekerja keras. Dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun terakhir, FKG UGM berhasil menempatkan diri pada berbagai kategori pemeringkatan dunia,” ujar Suryono pada Selasa, 2 Juni 2026.

Nekat Bersaing Sendiri dan Pernah Libas Harvard

Unsur paling menarik dari pencapaian ini adalah status kepesertaan FKG UGM. Ketika instansi lain mengirimkan delegasi resmi berskala universitas, FKG UGM justru percaya diri maju secara mandiri sebagai sebuah fakultas tunggal. Mereka bertarung langsung melawan nama-nama besar institusi global.

Menurut Suryono, kunci keberhasilan ini terletak pada kemampuan mengemas narasi atas reputasi dan riset yang mereka miliki. Banyak perguruan tinggi di dalam negeri mempunyai karya besar, namun sering kali gagal dalam melakukan sosialisasi di tingkat internasional.

“Sebaik apapun prestasi yang dimiliki, jika tidak pernah dikenalkan kepada pihak eksternal, maka tidak akan pernah mendapat rekognisi,” kata Suryono menjelaskan strategi komunikasinya.

Suryono menambahkan bahwa manajemen yang kreatif dalam membangun citra institusi memegang peranan sangat penting. Rekam jejak FKG UGM dalam urusan menjungkirbalikkan prediksi global memang bukan yang pertama kali terjadi.

Pada tahun 2024 lalu, fakultas ini sempat menduduki peringkat keenam dunia untuk kategori Entrepreneurial Spirit. Posisi FKG UGM saat itu bahkan berada di atas universitas tersohor dunia seperti Oxford University dan Harvard University.

“Tentu perangkingan bukan satu tujuan, tetapi setidaknya kita membuktikan bahwa prestasi itu kalau dibiarkan ya tidak ubahnya semacam emas yang tertutup lumpur,” tuturnya.

Memutus Ketergantungan Impor 90 Persen Lewat Sutra dan Propasdent

Advertisement

Dua produk yang memenangi peringkat satu dunia tersebut kini terus berkembang. Satu inovasi telah menyelesaikan fase purwarupa (prototipe), sementara satu produk lainnya sudah masuk dalam jalur komersialisasi industri.

Inovasi pertama berfokus pada pemanfaatan serat sutra alami sebagai material medis kedokteran gigi. Serat ini berfungsi sebagai bahan pengikat gigi yang goyah sekaligus komponen pembuatan gigi tiruan. Bahan baku utamanya sengaja menggandeng para petani sutra lokal di daerah.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja