News . 04/06/2026, 16:49 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Sleman mendapatkan kepercayaan penuh untuk menjadi tuan rumah perhelatan akbar berskala nasional, Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026. Forum ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai Rabu hingga Kamis, 1–2 Juli 2026, dengan mengambil lokasi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Penunjukan Sleman sebagai penyelenggara menandai pergeseran fokus pembentukan ekosistem pendidikan yang kini diarahkan langsung ke daerah.
Menggandeng Lingkar Daerah Belajar sebagai mitra pendukung, Pemkab Sleman mengusung tema besar “Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada”. Tema tersebut merepresentasikan komitmen lokal dalam melahirkan akses belajar yang berkualitas, inklusif, serta berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Dwi Warni Yuliastuti, AP, M.Pd, memaparkan bahwa agenda ini berfungsi sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan berbagai pemegang kebijakan di tanah air.
"KPI 2026 ini menargetkan akan diikuti oleh lebih dari 350 peserta undangan termasuk dari pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, tenaga kependidikan, komunitas pendidikan, akademisi, dunia usaha dan dunia industri, media massa, legislatif, pemerintah pusat, serta peserta terpilih Poster Gagasan Inovasi," urai Dwi Warni Yuliastuti dalam rilis resminya di Sleman, Kamis, 4 Juni 2026.
Panitia penyelenggara merancang forum nasional ini bukan hanya untuk menjadi tempat berdiskusi secara teoritis. Terdapat sejumlah isu sensitif yang akan dibedah secara mendalam, meliputi pemenuhan hak pendidikan yang terjangkau, dampak perubahan iklim terhadap dunia sekolah, tantangan disrupsi teknologi, hingga transparansi tata kelola serta efisiensi anggaran pendidikan daerah.
Selain isu ekosistem digital, panitia memberikan porsi perhatian khusus pada persoalan gender, disabilitas, dan inklusi sosial. Pembahasan lintas tema ini sengaja disisipkan guna memastikan bahwa kebijakan pendidikan yang lahir di masa depan dapat berpihak secara adil kepada seluruh anak, termasuk anak-anak dari kelompok rentan yang selama ini sering terabaikan.
Pihak panitia juga membuka partisipasi bagi peserta umum di luar undangan formal. Masyarakat luas seperti kalangan mahasiswa, pengamat, pemerhati isu anak, serta komunitas independen yang memiliki kepedulian terhadap jalannya reformasi pendidikan dapat ikut terlibat aktif di dalam forum ini.
Guna memicu lahirnya rekomendasi dan rencana aksi nyata yang dapat diimplementasikan oleh setiap daerah, struktur acara dikemas lewat 10 format interaktif. Beberapa di antaranya meliputi Dialog Berpihak kepada Anak, Rembug Daerah, Studio Intervensi, Poster Gagasan Inovasi, Pameran Kerja Barengan, hingga penandatanganan Janji Publik Pemangku Kepentingan Pendidikan.
Salah satu sesi yang dinilai paling unik adalah metode "Belajar dari Anak", di mana para pengambil kebijakan akan mendengarkan langsung aspirasi dan perspektif dari sudut pandang siswa.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian forum ilmiah di lingkungan kampus UNY, seluruh delegasi nasional dijadwalkan mengikuti agenda Tour Sleman pada Jumat, 3 Juli 2026. Kegiatan lapangan ini berfungsi sebagai media studi banding untuk melihat langsung implementasi praktik baik pendidikan yang telah berjalan di wilayah Kabupaten Sleman.
Sebelum menuju puncak acara pada Juli nanti, panitia penyelenggara sebenarnya telah menggelar rangkaian diskusi pemanasan (Pra-KPI) dalam bentuk webinar kebijakan pendidikan daerah secara daring.
Diskusi pendahuluan tersebut telah dilaksanakan pada 28 April dan 12 Mei lalu untuk memetakan draf masalah awal yang dibawa ke forum utama. Melalui penyelenggaraan KPI 2026 ini, Kabupaten Sleman diharapkan mampu menjadi ruang temu dan dokumentasi praktik baik yang berdampak nyata bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media