Sabtu, 06 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Satgas PPA DIY Turun Tangan Dampingi Keluarga Korban Dugaan Malpraktik RSUD Prambanan

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
05/06/2026, 08:53 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Satgas PPA DIY Turun Tangan Dampingi Keluarga Korban Dugaan Malpraktik RSUD Prambanan

Satgas PPA DIY mengunjungi rumah keluarga korban dugaan malpraktik RSUD di Sitimulyo Piyungan Bantul.Foto:ANT

jogja.fin.co.id – Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) DIY turun langsung mendatangi rumah keluarga korban dugaan malpraktik di salah satu RSUD di Yogyakarta yang menyebabkan seorang anak meninggal dunia. Kunjungan dilakukan di wilayah Sitimulyo, Piyungan, Kabupaten Bantul, Kamis, 4 Juni 2026.

Kehadiran Satgas PPA DIY bersama pemangku kepentingan di Kabupaten Bantul dilakukan untuk memastikan keluarga korban memperoleh pendampingan serta akses bantuan yang dibutuhkan dalam memperjuangkan keadilan.

Ketua Satgas PPA DIY, Yekti Utami, menyampaikan pihaknya membuka ruang bantuan apabila keluarga korban masih membutuhkan dukungan yang belum terpenuhi, baik dalam proses pendampingan maupun kebutuhan lain yang berkaitan dengan penanganan kasus.

“Sedikit banyak dari kami yang di sini nanti, apa yang bisa kami bantu nanti kita akan bantu,” kata Yekti di Yogyakarta, Kamis 4 Juni 2026.

Advertisement

Yekti menegaskan Satgas PPA DIY akan terus mengawal proses penanganan perkara dengan berkoordinasi bersama pemerintah dan aparat berwenang. Pengawasan tersebut dilakukan agar proses hukum maupun pendampingan terhadap keluarga korban dapat berjalan tanpa hambatan.

“Kami akan terus mengingatkan pemerintah maupun aparat yang berwenang agar proses hukum dan pendampingan berjalan lancar,” ujarnya.

Keluarga Korban Menanti Kejelasan dari Rumah Sakit

Di sisi lain, ibu korban dugaan malpraktik, Anastasia Niken Purwandari, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah daerah melalui kunjungan tersebut.

Menurut Niken, kehadiran pemerintah memberi harapan bagi keluarga yang saat ini masih berupaya mencari keadilan atas meninggalnya sang anak.

“Semoga upaya yang akan kita lakukan ini secepatnya membuahkan hasil,” ujar Niken.

Baca Juga

Namun hingga saat ini, kata dia, pihak rumah sakit yang dilaporkan belum memberikan penjelasan ataupun membangun komunikasi dengan keluarga terkait peristiwa yang terjadi.

Niken mengaku belum menerima informasi resmi apa pun dari pihak RSUD sejak laporan disampaikan.

“Belum ada (penjelasan) sampai sekarang, belum ada,” ucapnya.

Advertisement

Kasus dugaan malpraktik tersebut kini masih menjadi perhatian sejumlah pihak di DIY. Pendampingan dari Satgas PPA DIY diharapkan dapat memperkuat posisi keluarga korban dalam memperoleh kepastian hukum serta kejelasan atas kasus yang mereka laporkan.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja